LIFESTYLE

Indonesia dan Maroko Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Musik, Bangun Persahabatan Lintas Peradaban

Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko memperkuat hubungan bilateral melalui jalur diplomasi budaya dengan menggelar pertunjukan seni musik bertema "Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia" di Jakarta, Selasa (28/7) malam.
Kementerian Kebudayaan dan Kerajaan Maroko gelar kegiatan bertema “Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia” di Jakarta, pada Selasa (28/7/2026) malam. Foto: ANTARA
Kementerian Kebudayaan dan Kerajaan Maroko gelar kegiatan bertema “Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia” di Jakarta, pada Selasa (28/7/2026) malam. Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko memperkuat hubungan bilateral melalui jalur diplomasi budaya dengan menggelar pertunjukan seni musik bertema "Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia" di Jakarta, Selasa (28/7) malam. Kegiatan tersebut menjadi simbol eratnya persahabatan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun dan diyakini mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan seni memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya, agama, maupun negara. Menurutnya, pertunjukan seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mampu membangun saling pengertian antarmasyarakat.

"Seni adalah bahasa universal yang berbicara langsung kepada hati manusia dan mampu menyatukan masyarakat lintas batas negara maupun budaya," kata Fadli saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan hubungan Indonesia dan Maroko memiliki akar sejarah yang panjang. Salah satu catatan penting adalah kunjungan penjelajah asal Maroko, Ibnu Batutah, ke Kerajaan Samudera Pasai di Aceh pada abad ke-14. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah yang memperkenalkan Nusantara kepada dunia Islam dan masyarakat internasional melalui catatan perjalanan yang hingga kini masih menjadi rujukan sejarah.

Menurut Fadli, hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui jalur diplomasi resmi antar pemerintah. Hubungan tersebut juga tumbuh melalui interaksi antarmasyarakat, pertukaran ilmu pengetahuan, nilai-nilai spiritual, hingga tradisi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia menambahkan, Indonesia dan Maroko memiliki banyak kesamaan nilai, seperti menjunjung tinggi moderasi, toleransi, dialog antarbudaya, serta penghormatan terhadap keberagaman. Kesamaan tersebut menjadi fondasi kuat dalam mempererat hubungan kedua negara di berbagai bidang.

"Hubungan Indonesia dan Maroko tidak hanya dibangun melalui diplomasi antarnegara, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat yang telah berlangsung lama," ujarnya.

Fadli menilai budaya merupakan jembatan yang efektif dalam memperkuat hubungan bilateral. Melalui pertunjukan seni, masyarakat dari kedua negara dapat saling mengenal kekayaan budaya masing-masing sekaligus membuka ruang kolaborasi baru.

Kegiatan Seni Maroko-Indonesia diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Promosi Kebudayaan dengan menghadirkan pertunjukan musik dari Muara Performing Arts dan Melodies of Andalus. Penampilan kedua kelompok seni tersebut memadukan unsur musik tradisional dan modern yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia maupun Maroko.

Selain menjadi ajang pertunjukan seni, acara itu juga menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya yang terus dikembangkan pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan internasional.

Fadli menjelaskan diplomasi budaya merupakan salah satu bentuk soft power atau kekuatan lunak yang semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Menurutnya, budaya mampu menciptakan ruang dialog ketika perbedaan muncul dan membangun rasa saling percaya di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

"Budaya menciptakan ruang dialog di tengah berbagai perbedaan, membangun kepercayaan di tengah ketidakpastian, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi kemitraan internasional yang berkelanjutan," terangnya.

Fadli menegaskan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperluas kerja sama internasional melalui kebudayaan sebagai bagian dari pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Prinsip tersebut bukan hanya menjadi dasar diplomasi Indonesia di tingkat internasional, tetapi juga menjadi pijakan dalam memperkuat diplomasi budaya dengan berbagai negara.

Selain itu, budaya diyakini memiliki kemampuan untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. Mulai dari pendidikan, penelitian, industri budaya, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

"Budaya memiliki kemampuan unik untuk membangun rasa saling percaya, mempererat hubungan antarmasyarakat, hubungan antarnegara, serta menciptakan peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, industri budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif," ujarnya.

Lebih jauh, Fadli menilai pertunjukan seni menjadi ruang dari lahirnya kolaborasi baru antara pelaku seni Indonesia dan Maroko. Melalui musik, puisi, dan berbagai ekspresi budaya lainnya, masyarakat kedua negara dapat saling memahami tanpa harus dibatasi oleh perbedaan bahasa.

"Melalui musik, puisi, dan ekspresi seni, budaya menjadi bahasa bersama yang melampaui batas negara dan semakin mendekatkan masyarakat kedua bangsa," tegasnya.

Dia menambahkan, "Dari pertemuan seperti inilah saling pengertian tumbuh, kolaborasi baru muncul, dan persahabatan Indonesia serta Maroko menjadi semakin kuat."

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Redouane Houssaini, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Maroko selama ini berkembang sangat baik karena didasari oleh nilai-nilai yang sama, rasa saling percaya, serta saling menghormati.

“Kami punya hubungan yang sangat baik, nilai-nilai yang sama, serta saling percaya dan menghormati antara Maroko dan Indonesia,” papar Houssaini.

Ia mengingatkan agar kedua negara terus memperkuat kerja sama tidak hanya di bidang budaya, tetapi juga ekonomi dan hubungan antarmasyarakat. Upaya tersebut didukung oleh visi Raja Mohammed VI dan Presiden Prabowo Subianto yang sama-sama mendorong kemitraan yang semakin erat.

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik, nilai-nilai yang sama, serta saling percaya dan saling menghormati antara Maroko dan Indonesia," ujar Houssaini.

Selanjutnya, Houssaini menekankan bahwa pihaknya juga akan akan memperkuat hubungan antarmasyarakat sehingga tercipta saling pengertian yang baik.  "Serta yang paling penting, hubungan antarmasyarakat," tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Seni Maroko-Indonesia, pemerintah kedua negara berharap hubungan bilateral yang telah terjalin selama 70 tahun dapat semakin kokoh. Diplomasi budaya bukan hanya memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi masing-masing negara, tetapi juga menjadi sarana membangun kerja sama yang berkelanjutan di berbagai bidang.

Di tengah tantangan geopolitik global, pendekatan melalui budaya diyakini mampu menghadirkan ruang dialog yang lebih inklusif. Pertunjukan seni menjadi bukti bahwa musik dan budaya dapat melampaui batas geografis, mempererat persahabatan, serta memperkuat hubungan Indonesia dan Maroko untuk jangka panjang.