FIB UI Dorong Kemitraan Strategis dengan Media Lewat Pengembangan C-Hub
Penulis:
Tim Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:37 WIB
FIB UI Dorong Kemitraan Strategis dengan Media Lewat Pengembangan C-Hub. Foto: Istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA - Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) mendorong penguatan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan media melalui pengembangan Connectivity Hub (C-Hub).
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam The 8th University, Government, Industry, and Community (UGIC) Forum bertajuk “Strengthening University-Media Partnerships for the C-Hub Initiative” yang digelar Kamis (27/8) di Gedung ITTC UI, Depok.
Forum UGIC menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan unsur universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk membahas berbagai kebutuhan publik dari perspektif lintas sektor.
Pada penyelenggaraan kedelapan, FIB UI secara khusus mendorong keterlibatan sektor industri dan komunitas, termasuk pers dan jejaring media yang dinilai memiliki peran penting dalam memperluas dampak pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi.
Langkah tersebut sejalan dengan pengembangan C-Hub yang dirancang sebagai infrastruktur kolaboratif untuk menghubungkan kepakaran akademik dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Melalui C-Hub, hasil penelitian, gagasan, dan kepakaran akademisi diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan yang lebih mudah dipahami serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Eva Latifah, Ph.D., PIC UGIC C-Hub FIB UI sekaligus penanggung jawab kegiatan mengatakan, media memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem tersebut.
“Kami ingin C-Hub menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dalam proses itu, media bukan hanya menjadi saluran untuk menyampaikan informasi, tetapi mitra strategis yang membantu pengetahuan dari universitas menjadi lebih relevan, mudah dipahami, dan dapat menjangkau publik yang lebih luas,” ujar Eva daam pernyataan resminya, Jumat (28/8).
Menurut Eva, kemitraan dengan media juga diperlukan agar pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi dapat hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Karena itu, forum ini sekaligus membuka ruang dialog antara FIB UI dan praktisi media dari berbagai platform, mulai dari media cetak, daring hingga penyiaran,” tuturnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membangun pola kerja sama yang saling menguntungkan.
Perguruan tinggi dapat menyediakan kepakaran, data, penelitian, serta sumber pengetahuan yang kredibel, sementara media memiliki peran dalam mengolah dan mendistribusikan informasi tersebut kepada publik secara lebih luas.
Memahami Lanskap Media Digital
Dalam forum tersebut, Chief Editor Getpost.id, M. Syakur Usman memaparkan materi “How to Engage with Media”, dengan menyoroti perubahan lanskap media dan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital.
Syakur yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri media menilai perguruan tinggi perlu memahami cara kerja media sebelum membangun kemitraan.
“Perubahan ini semakin terasa seiring disrupsi digital dan meningkatnya peran media sosial dalam distribusi informasi,” kata Syakur.
Dalam kondisi tersebut, hubungan universitas dan media tidak lagi cukup dibangun melalui pola publikasi satu arah.
Media dapat menjadi bagian dari ekosistem produksi sekaligus distribusi pengetahuan, sementara perguruan tinggi dapat memahami kebutuhan publik melalui perspektif redaksi dan jurnalis.
Syakur menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara institusi dan media.
Perguruan tinggi perlu memahami kebutuhan jurnalis, karakteristik masing-masing platform, serta kebijakan redaksi agar informasi yang disampaikan memiliki nilai berita.
Dukungan seperti press release, press kit, media gathering, serta komunikasi langsung dengan jurnalis juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun hubungan media yang lebih berkelanjutan.
Universitas dan Media Perlu Bergerak dari Publikasi ke Kemitraan
Sementara itu, Emir Chairullah, Ph.D., melalui paparan “How Universities Engage with Media and Corporations”, mendorong agar keterlibatan eksternal universitas tidak berhenti pada aktivitas publikasi.
Menurut Emir, media dan korporasi dapat ditempatkan sebagai bagian dari kemitraan strategis untuk mendukung pendidikan, penelitian, inovasi, serta peningkatan dampak sosial perguruan tinggi.
Dalam hubungan dengan media, kerja sama dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti media briefing, penyediaan komentar ahli, diseminasi hasil penelitian, komunikasi melalui media sosial, hingga kampanye edukasi publik.
Keterlibatan tersebut dinilai dapat meningkatkan visibilitas sekaligus memperluas dampak penelitian universitas.
Di sisi lain, media juga mendapatkan akses terhadap sumber pengetahuan dan kepakaran akademik yang dapat memperkaya kualitas pemberitaan, khususnya untuk isu-isu yang membutuhkan perspektif ilmiah.
Kemitraan dengan dunia usaha juga berpotensi membuka ruang bagi pendanaan penelitian, pengembangan inovasi, hingga peningkatan daya serap lulusan.
Namun, Emir menilai kemitraan lintas sektor membutuhkan fondasi tata kelola yang jelas agar hubungan tersebut tidak berubah menjadi kerja sama yang semata-mata transaksional.
Perjanjian yang transparan, strategi komunikasi yang terukur, penciptaan nilai bersama, tata kelola yang etis, serta evaluasi dampak secara berkala menjadi sejumlah aspek penting dalam membangun hubungan jangka panjang.
Melalui The 8th UGIC Forum, FIB UI berharap dapat merumuskan bentuk kolaborasi yang lebih konkret bersama jejaring media untuk mendukung pengembangan C-Hub.
Ke depan, kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi universitas sebagai sumber pengetahuan yang kredibel sekaligus memastikan hasil penelitian dan kepakaran akademik dapat menjangkau masyarakat dalam format yang relevan dan mudah dipahami.
Dengan pendekatan tersebut, C-Hub tidak hanya diarahkan sebagai penghubung antara kampus dan dunia luar, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi untuk mengubah pengetahuan akademik menjadi informasi yang memiliki manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.