LINGKUNGAN HIDUP
Ketika Kemarau Memaksa Orangutan Keluar dari Habitatnya
apakabar.co.id, SAMARINDA – Puncak musim kemarau mulai berdampak pada pergerakan satwa liar di Kalimantan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan translokasi tiga individu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai langkah mitigasi untuk mencegah konflik antara satwa dan manusia.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan ketiga orangutan tersebut dievakuasi dari Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, setelah terdeteksi bergerak semakin dekat ke area perkebunan dan permukiman warga.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu perubahan dinamika habitat selama musim kemarau yang membuat satwa mencari wilayah baru untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah,” kata Murlan dalam keterangannya, Kamis (27/8).
Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi tiga individu orangutan, yakni induk betina bernama Mamak Yuni, anak jantan bernama Pura, dan remaja betina bernama Yuni.
Sebelum dipindahkan, ketiganya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan YIARI. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh individu dalam kondisi sehat dan masih memiliki perilaku liar yang baik untuk kembali hidup di habitat alami.
Pada malam hari setelah proses evakuasi, ketiga orangutan tersebut kemudian dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang dinilai memiliki kondisi habitat lebih aman dan sumber pakan yang memadai.
Selain di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menerima laporan kemunculan satu individu orangutan di sekitar perkebunan warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Petugas kemudian melakukan verifikasi lapangan sekaligus memberikan pendampingan kepada pemilik kebun untuk memastikan keselamatan warga dan satwa.
Kemenhut mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang memasuki kawasan permukiman atau lahan pertanian. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik sekaligus menjaga kelestarian satwa dilindungi yang habitatnya semakin tertekan selama musim kemarau.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR