NEWS
Cianjur Diguncang Gempa M 4,3, Warga Masih Dihantui Trauma Bencana 2022
Warga berhamburan keluar rumah karena trauma gempa besar yang pernah melanda daerah tersebut tiga tahun lalu.
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik menyusul gempa bumi bermagnitudo 4,3 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (1/9).
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi mengatakan gempa berpusat di wilayah selatan Cianjur, tepatnya pada koordinat 6,93 derajat Lintang Selatan dan 107,10 derajat Bujur Timur, sekitar 13 kilometer di selatan Kabupaten Cianjur dengan kedalaman lima kilometer.
Getaran gempa dangkal tersebut dirasakan di hampir seluruh wilayah Cianjur, bahkan hingga sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi.
BPBD langsung menyebarkan petugas dan relawan ke sejumlah kecamatan guna memastikan dampak yang ditimbulkan sekaligus melakukan pendataan di lapangan.
“Kami sudah menyebar anggota dan berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan guna mendata dampak gempa yang dirasakan cukup kencang selama beberapa detik mulai dari utara hingga selatan Cianjur,” kata Iwan.
Hingga Selasa malam, BPBD belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun fasilitas umum akibat gempa tersebut. Meski demikian, proses pendataan masih terus dilakukan, terutama di wilayah utara dan selatan Cianjur yang merasakan getaran cukup kuat.
Menurut Iwan, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan. Warga juga diimbau segera menuju tempat terbuka yang aman apabila kembali merasakan getaran gempa.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan guna memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa yang mengguncang Cianjur Selasa petang,” ujarnya.
Getaran gempa sempat membuat warga panik. Di sejumlah wilayah, warga berhamburan keluar rumah, pertokoan, dan perkantoran untuk menyelamatkan diri. Sebagian memilih bertahan di luar bangunan selama beberapa puluh menit sebelum kembali beraktivitas.
Kepanikan tersebut tidak lepas dari trauma yang masih dirasakan warga setelah gempa bermagnitudo 5,6 yang melanda Cianjur pada 2022 dan menyebabkan kerusakan besar serta korban jiwa.
“Kami masih trauma, terlebih gempa yang dirasakan cukup kencang dan terjadi pada awal September, di mana tiga tahun lalu gempa magnitudo 5,6 juga terjadi di bulan yang sama. Kami berharap tidak ada lagi bencana gempa di Cianjur,” ujar Gina Rohmawati, warga Desa Nagrak.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Cianjur masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman dan tidak terdapat dampak signifikan akibat gempa tersebut. (ant)
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR