NEWS

Bara Gambut Masih Membayangi Kalimantan, 147 Hotspot Terdeteksi di Indonesia

Tampak pengendara melintasi Jalan RTA Milono saat asap pekat akibat karhutla menyelimuti Kota Palangka Raya pukul 13:44 WIB, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Muhammad Arif Hidayat
Tampak pengendara melintasi Jalan RTA Milono saat asap pekat akibat karhutla menyelimuti Kota Palangka Raya pukul 13:44 WIB, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Muhammad Arif Hidayat
apakabar.co.id, JAKARTA - Penurunan jumlah titik panas (hotspot) belum berarti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) benar-benar berakhir. Hingga 25 Oktober 2026, sebanyak 147 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi masih terdeteksi secara nasional. 

Di Kalimantan, pemadaman dan pemantauan masih berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk kawasan bergambut yang menyimpan risiko bara di bawah permukaan.

Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Minggu (25/10) pukul 21.00 WIB, jumlah hotspot nasional turun 170 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 317 titik.

Namun, penurunan tersebut belum menghapus pekerjaan pemadaman di lapangan. Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot turun dari 226 menjadi 26 titik. Kalimantan Barat mencatat 15 titik, Kalimantan Tengah lima titik, Kalimantan Selatan empat titik, dan Sumatera Selatan dua titik. Sementara itu, Jambi dan Riau tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, data satelit perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan atau groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan per 25 Oktober menunjukkan penanganan kebakaran masih berlanjut di sejumlah daerah. Persoalan ini terutama perlu diwaspadai pada lahan gambut, tempat bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat.

Kebakaran di Kalimantan Belum Seluruhnya Tuntas

Di Kalimantan Barat, tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan melakukan pemadaman di Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Api di lokasi tersebut dilaporkan telah padam. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena kawasan itu merupakan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

Di Kalimantan Tengah, operasi masih berlangsung di Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tim BKO Manggala Agni masih melakukan pemadaman karena kawasan bergambut tersebut membutuhkan penanganan lanjutan.

Sementara di Kalimantan Selatan, pemadaman dilakukan antara lain di kawasan Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. Api pada area yang ditangani telah dikendalikan, tetapi asap masih terpantau di beberapa titik.

Di Salikung, Kabupaten Tabalong, tim gabungan memantau kondisi menggunakan drone karena titik api berada di puncak gunung yang sulit dijangkau melalui operasi darat. Adapun kebakaran di Sarigadung, Kabupaten Tanah Bumbu, telah dinyatakan padam.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penurunan angka hotspot perlu dibaca bersama perkembangan penanganan di setiap lokasi. Status padam di satu titik tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh wilayah, terlebih ketika masih ada lokasi yang membutuhkan pemadaman dan pemantauan lanjutan.

Kebakaran Gambut Masih Ditangani di Sumatera

Di luar Kalimantan, penanganan karhutla juga berlanjut di sejumlah wilayah Sumatera.

Di Jambi, kebakaran di Sungai Abang, Kabupaten Sarolangun, telah dinyatakan padam. Namun, di Tanjung Jabung Timur, tim masih menyisir lahan gambut yang belum sepenuhnya padam meskipun penyebaran titik asap telah dikendalikan.

Di Sumatera Selatan, kebakaran di Air Itam Timur, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), telah dinyatakan padam. Penanganan masih dilanjutkan di Desa Putak, Kabupaten Muara Enim, serta sejumlah lokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Sebagian lokasi tersebut berada di lahan gambut sehingga membutuhkan pemadaman lanjutan, pembasahan, dan penyisiran bara untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Hujan Turun, Pemantauan Tetap Diperlukan

Hujan yang turun di sejumlah wilayah pada Minggu (25/10) turut menjadi perkembangan cuaca yang relevan bagi penanganan karhutla. Di Sumatera Selatan, hujan terjadi antara lain di sekitar Kantor Daops Manggala Agni Kementerian Kehutanan di Ogan Komering Ilir.

Di Kalimantan Tengah, hujan dilaporkan terjadi di Camp Leakey dan Sungai Buluh Besar, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Di Kalimantan Selatan, hujan terpantau di Trans Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, serta kawasan bandara.

Meski hujan telah turun di sejumlah lokasi, kondisi itu tidak otomatis memastikan seluruh bara di lahan gambut padam. Pemeriksaan lapangan dan penyisiran tetap diperlukan untuk mengetahui apakah masih ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Operasi pengendalian melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan pihak terkait lainnya. Penanganan dilakukan melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan.

Dukungan udara juga disiagakan dengan 49 armada, terdiri atas 32 unit untuk operasi water bombing serta 17 unit untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah bersama BNPB, TNI, dan BMKG juga mengoptimalkan OMC menggunakan bahan semai dry ice maupun NaCl dengan memanfaatkan pertumbuhan awan potensial.

Di tengah penurunan hotspot, pekerjaan utama di lapangan tetap memastikan api dan bara benar-benar padam serta tidak kembali menyala. Masyarakat dan pelaku usaha juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat dapat melapor kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.