EKBIS

BBM Nonsubsidi Naik, Dexlite Paling Mencolok

Sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp25.200 per liter.
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: ANTARA
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA – Harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi PT Pertamina Patra Niaga mengalami penyesuaian mulai 1 September 2026.

Kenaikan paling besar terjadi pada Dexlite yang melonjak Rp4.000 per liter, dari sebelumnya Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah.

“Penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, ditulis media ini, Selasa (1/9). 

Selain Dexlite, penyesuaian harga juga berlaku untuk Pertamina Dex dan Pertamax Turbo.

Harga Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.

Dengan demikian, kenaikan harga Pertamina Dex mencapai Rp4.050 per liter, sedangkan Pertamax Turbo naik Rp1.300 per liter.

Pertamina Patra Niaga menjelaskan penetapan harga mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor relevan lainnya, termasuk daya beli masyarakat pengguna BBM tersebut.
“Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite,” kata Kitty.

Di sisi lain, tidak seluruh BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga. Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap pada harga sebelumnya.

Menurut Kitty, keputusan tersebut mempertimbangkan aspek keekonomian, daya beli, serta kondisi sosial masyarakat.

“Sedangkan, produk BBM nonsubsidi lainnya, seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli, dan kondisi sosial masyarakat,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga memastikan penyesuaian harga tersebut tidak mengubah komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan kepada konsumen.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan memilih produk berdasarkan spesifikasi kendaraan.

Langkah tersebut diperlukan agar penggunaan produk BBM sesuai dengan peruntukannya sekaligus menjaga kinerja kendaraan.