SPORT
GFC Series 2 Siap Hadirkan 14 Pertarungan Spektakuler
apakabar.co.id, JAKARTA - Garuda Fight Championship (GFC) kembali menghadirkan pertarungan bergengsi melalui GFC Series 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Bali United Studio.
Ajang ini dipastikan tampil lebih spektakuler dibanding edisi sebelumnya dengan menghadirkan kombinasi petarung profesional dan influencer dalam satu panggung.
Event yang dipromotori One Hundred Percent Production (OHP)—promotor berpengalaman lebih dari 17 tahun di industri hiburan—akan menyuguhkan total 14 pertarungan lintas kategori, mulai dari duel profesional hingga influencer fight yang dikemas dengan konsep hiburan modern.
Sorotan utama tertuju pada partai Main Event yang mempertemukan Aziz melawan KKajhe dalam duel Pro Boxing kelas Super Featherweight selama lima ronde. Pertarungan ini diprediksi menjadi magnet terbesar bagi penonton karena mempertemukan dua petarung dengan karakter agresif dan gaya bertarung atraktif.
Sementara itu, laga Co-Main Event akan menghadirkan duel tak kalah menarik antara Kkungke menghadapi Adhi di kelas Super Lightweight, yang diperkirakan berlangsung ketat sejak ronde pertama.
Promotor sekaligus CEO GFC, Helmi Darajat Arifin, menegaskan bahwa penyelenggaraan GFC bukan sekadar menghadirkan tontonan pertarungan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem combat sports nasional agar semakin berkembang dan berkelanjutan.
Menurut Helmi, GFC hadir sebagai wadah alternatif bagi atlet yang membutuhkan panggung kompetisi sekaligus ruang ekspresi di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tarung dalam beberapa tahun terakhir.
“Combat sport ini harus tetap punya wadah. GFC hadir bukan untuk menjadi pesaing, tetapi untuk mewarnai dan memberikan ruang bagi para atlet yang ingin berkembang,” ujar Helmi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4).
Berbeda dari edisi pertama yang didominasi atlet amatir, GFC Series 2 menghadirkan konsep baru dengan komposisi sekitar 50 persen influencer boxing dan sisanya petarung profesional.
Strategi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan penonton sekaligus memperkuat popularitas olahraga tarung di kalangan generasi muda.
Tak hanya itu, GFC Series 2 juga mengusung tema besar “Clan KK vs Everyone”, yang menjadi identitas utama event kali ini. Tema tersebut menghadirkan narasi rivalitas yang kuat sekaligus menampilkan Clan KK secara lengkap dalam satu panggung pertarungan untuk pertama kalinya.
Helmi menjelaskan bahwa Clan KK memiliki sejarah panjang sebagai kelompok petarung yang tumbuh bersama, namun belum pernah tampil secara kolektif dalam satu event sebelumnya.
“Ini pertama kalinya Clan KK tampil lengkap di satu panggung yang sama. Itu yang membuat GFC Series 2 terasa spesial dan spektakuler,” katanya.
Sementara itu, Promotor sekaligus Co-CEO GFC Laurend Hutagalung menambahkan bahwa kehadiran GFC bertujuan membuka lebih banyak peluang bagi atlet yang selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil di event besar.
Menurut Laurend, meningkatnya jumlah event combat sports di Indonesia membawa dampak positif terhadap jam bertanding atlet serta perputaran ekonomi para fighter.
“Sekarang fighter punya lebih banyak kesempatan bertanding. Bahkan ada yang bisa tampil dua sampai tiga kali dalam sebulan. Itu artinya ekonomi mereka ikut bergerak,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, GFC menargetkan penyelenggaraan dua event besar setiap tahun serta menghadirkan program Road to GFC untuk menjaring talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan konsep yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan rivalitas emosional di atas ring, GFC Series 2 diprediksi menjadi salah satu ajang combat sports paling menarik dan dinanti sepanjang 2026, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar berkembang bagi industri olahraga tarung modern.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR