SPORT
KOI Tambah Dua Cabor Baru, Padel dan Cheerleading Kini Resmi Bergabung
apakabar.co.id, JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia resmi menambah dua cabang olahraga baru dalam keanggotaannya yaitu Indonesian Cheer Association dan Perkumpulan Besar Padel Seluruh Indonesia.
Keduanya kini sah menjadi anggota NOC Indonesia setelah mendapat persetujuan aklamasi dalam rapat anggota tahunan yang digelar di Fairmont Jakarta, Sabtu (9/5).
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, memastikan bergabungnya dua federasi tersebut membuat total anggota KOI kini bertambah menjadi 74 cabang olahraga.
“Mulai hari ini anggota Komite Olimpiade Indonesia menjadi 74 cabang olahraga,” ujar Okto.
Masuknya padel menjadi sorotan tersendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia, dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat dan fasilitas bermain yang semakin berkembang.
Bahkan sebelum resmi menjadi anggota KOI, PB PI sudah menjalin komunikasi intensif dengan NOC Indonesia, termasuk membuka hubungan strategis dengan federasi internasional. Salah satu hasil penting dari komunikasi itu adalah peluang Indonesia menjadi tuan rumah turnamen padel level Asia.
Menurut Okto, federasi padel dunia melihat Indonesia sebagai pasar potensial sekaligus destinasi strategis untuk menggelar ajang internasional.
Padel sendiri menjadi salah satu cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan di Asian Games 2026, menjadikan pengakuan resmi ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk mulai membangun kekuatan kompetitif di level Asia.
Di sisi lain, bergabungnya ICA juga mempertegas langkah KOI dalam memperluas pembinaan olahraga nasional, termasuk cabang-cabang non-tradisional yang punya peluang berkembang di panggung internasional.
Dengan status resmi sebagai anggota KOI, kedua federasi kini dituntut segera menyusun program pembinaan atlet, memperkuat kompetisi nasional, dan menyiapkan talenta terbaik untuk membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional, baik single event maupun multi-event.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa peta olahraga nasional terus berkembang, dengan cabang-cabang baru mulai mendapat tempat dalam sistem pembinaan menuju prestasi dunia.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR