NEWS
DPR Ingatkan Perlunya Riset Perguruan Tinggi Jadi Basis Kebijakan
apakabar.co.id, JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, riset-riset di berbagai bidang seperti kesehatan, ketahanan pangan, dan energi oleh perguruan tinggi perlu menjadi dasar kebijakan berbasis data, dan tidak sekedar menjadi pencapaian akademik.
Hal tersebut disampaikan merespons masih banyaknya produk penting, seperti produk kesehatan, yang diimpor. Menurutnya, banyak aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh riset dan inovasi. Berbagai tantangan kesejahteraan masyarakat, katanya, dapat dicari solusi-solusinya melalui riset yang sesuai kondisi masyarakat.
"Karena apa yang terjadi di negara lain, hasil riset dari negara lain belum tentu semuanya juga berefek sama ataupun sesuai untuk negara kita. Jadi kita juga membutuhkan researcher-researcher yang meneliti kondisi masyarakat di Indonesia sendiri," katanya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8).
Dia pun menyayangkan riset-riset perguruan tinggi yang hanya dijadikan pencapaian bagi dosen dan mahasiswa, tanpa diteruskan hingga menjadi produk akhir yang bermanfaat bagi publik.
Dalam kesempatan terpisah, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan, kebijakan berbasis bukti dan data yang akurat membantu pemerintah memenuhi empat Pedoman Kabinet Merah Putih guna mencapai kemakmuran Indonesia.
"Data adalah new oil, itu yang sering dikatakan oleh Presiden," katanya.
Rieke mengatakan, konsep empat pedoman Kabinet Merah Putih bagus dan penting, dan untuk mencapainya perlu segera mengesahkan RUU Satu Data Indonesia agar data yang akurat bisa dijadikan basis pembangunan.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY