LIFESTYLE
Satu Abad Rahmi Hatta: Warisan Kepedulian Dihidupkan Lewat Seni dan Kegiatan Sosial
apakabar.co.id, JAKARTA – Yayasan Meutia Hatta Swasono memperingati satu abad kelahiran Rahmi Hatta melalui pertunjukan Fashion Performance Art bertajuk “RUMAH” dan kegiatan nikah massal “Ikatan Cinta” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya keluarga besar Hatta untuk meneruskan nilai keteladanan, kesederhanaan, kepedulian, dan kemanusiaan yang melekat pada sosok Rahmi Hatta.
Puncak peringatan satu abad Rahmi Hatta turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta sejumlah tokoh dan pejabat lainnya.
Hadir pula Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, putri sulung Mohammad Hatta dan Rahmi Hatta sekaligus pimpinan Yayasan Meutia Hatta Swasono.
Fashion Performance Art “RUMAH” menjadi salah satu persembahan utama dalam rangkaian peringatan tersebut. Pertunjukan yang disutradarai dramawan dan pegiat teater senior Wawan Sofwan itu memadukan teater, fashion, musik, tari, dan monolog untuk menggambarkan perjalanan hidup Rahmi Hatta.
Mengangkat konsep rumah, pertunjukan tersebut menggambarkan rumah bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ruang tumbuhnya kasih sayang, karakter, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan antargenerasi.
Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta turut dihadirkan kembali di atas panggung dan diperagakan oleh Top 4 Puteri Indonesia serta Abang None Jakarta Barat.
Pertunjukan juga menghadirkan monolog Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina. Sejumlah musisi lintas generasi, seperti Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey, turut memeriahkan acara.
Selain pertunjukan seni, Yayasan Meutia Hatta Swasono juga menggelar nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” yang diikuti 40 pasangan.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i dan menjadi bagian dari upaya yayasan menerjemahkan nilai kepedulian Rahmi Hatta melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Fajrin Saadi, mengatakan nikah massal tersebut bukan sekadar bagian dari perayaan satu abad Rahmi Hatta, tetapi juga menjadi langkah untuk meneruskan kepedulian sosial yang diwariskan sang tokoh.
“Ini bukan sekadar perayaan satu abad Rahmi Hatta. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk meneruskan nilai kepedulian beliau kepada masyarakat. Salah satunya melalui nikah massal, karena masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi,” ujar Fajrin.
Menurutnya, Yayasan Meutia Hatta Swasono akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, untuk memperluas manfaat kegiatan sosial bagi masyarakat.
Selain nikah massal, rangkaian kegiatan juga menghadirkan aksi donor darah, layanan pembuatan paspor, dan partisipasi pelaku UMKM.
Meutia Hatta mengaku terharu melihat nilai kepedulian sang ibu dapat diteruskan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Yang membuat saya terharu adalah melihat kepedulian Ibu bisa diteruskan. Ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk menikah, ada yang menghadapi berbagai kesulitan, dan hari ini kita bisa hadir bersama mereka,” ujar Meutia.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i mengatakan pernikahan bukan hanya peristiwa sosial dan keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi hukum yang memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban suami, istri, serta anak.
“Negara hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui pelayanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini memiliki arti penting,” kata Muhammad Syafi’i.
Ia mengapresiasi Yayasan Meutia Hatta dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan nikah massal tersebut.
Muhammad Syafi’i berharap pasangan yang telah melangsungkan pernikahan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Rangkaian Satu Abad Rahmi Hatta sendiri telah berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Sebelumnya, kegiatan dibuka melalui Afternoon Tea Talkshow: Satu Abad Rahmi Hatta, Sebuah Legacy di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 1 Juli 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Meutia Hatta Swasono berupaya memastikan warisan Rahmi Hatta tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi terus hidup melalui seni, keluarga, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR