SPORT

UNY Sapu Bersih Gelar Juara Campus League Futsal Yogyakarta

Upacara penyerahan penghargaan berlangsung setelah putaran final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 usai. Tim putra dan putri UNY jadi juara sekaligus melangkah ke fase The Nationals. Foto: mgpr
Upacara penyerahan penghargaan berlangsung setelah putaran final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 usai. Tim putra dan putri UNY jadi juara sekaligus melangkah ke fase The Nationals. Foto: mgpr
apakabar.co.id, JAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tampil dominan dengan memborong gelar juara putra dan putri Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026. Hasil gemilang ini menjadi modal berharga bagi UNY untuk menghadapi fase The Nationals sekaligus membuka peluang membalas kekalahan dari UIN Bandung pada final musim lalu.

Pada partai final yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (27/10/2026), tim putri UNY menaklukkan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan skor tipis 1-0. Sementara tim putra tampil lebih meyakinkan dengan melibas lawan yang sama enam gol tanpa balas.

Keberhasilan tersebut menegaskan dominasi UNY pada kompetisi regional yang berlangsung sejak 20 Oktober 2026. Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa saat bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai wilayah Indonesia di The Nationals pada 25 November hingga 2 Desember mendatang.

Pertandingan final putri berlangsung ketat sejak menit awal. UNY berulang kali melancarkan tekanan, tetapi UNNES mampu memberikan perlawanan melalui pertahanan disiplin dan serangan balik cepat.


Kebuntuan akhirnya pecah pada menit keenam. Pivot UNY, Khansa Naila Syakira, berhasil menjebol gawang UNNES untuk membawa timnya unggul 1-0.

Setelah tertinggal, UNNES meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan. Namun, penampilan solid kiper UNY, Anisa Kamaliya Ihsana, berkali-kali menggagalkan peluang lawan. Hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan UNY.

Pelatih tim putri UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, menyebut keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa. Menurutnya, tim yang ditangani hanya memiliki satu pemain profesional, yakni Khansa Naila Syakira.

Meski berhasil menjadi juara regional, Ghanda menegaskan timnya masih memiliki pekerjaan rumah sebelum tampil di tingkat nasional. Dua aspek yang menjadi perhatian adalah peningkatan kondisi fisik pemain dan efektivitas penyelesaian akhir.

“Pertama, kemampuan fisik penting ditingkatkan lagi dengan menyeimbangkan kegiatan para student-athlete ketika kuliah. Kedua, efektivitas gol. Kadang kami menang tipis, kadang banyak skor. Di semifinal dan final regional, kami masih hemat gol. Itu PR besar kami untuk meningkatkan rasa percaya diri tim putri saat beraksi di arena,” kata Ghanda.

Khansa Naila juga menyambut positif kehadiran Campus League sebagai wadah kompetisi bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan olahraga di tengah kesibukan akademik.

Ia berharap kompetisi futsal antarkampus tersebut terus berlanjut dan memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet mahasiswa untuk berkembang.

“Saat dengar kabar penyelenggaraan Campus League 2026, saya senang sekali akhirnya ada kompetisi dari regional sampai nasional untuk futsal putri di level universitas. Harapannya ke depan, Campus League terus berjalan dari musim pertama sampai berikutnya,” ujar Naila, yang memulai karier profesional pada 2022.

Tim Putra UNY Pesta Enam Gol

Dominasi UNY berlanjut di sektor putra. Menghadapi UNNES, UNY sempat mendapatkan perlawanan ketat pada awal pertandingan sebelum Tegar Abdinugraha membuka keunggulan pada menit ke-15.

Empat menit kemudian, Ervaldo Bagus menggandakan keunggulan UNY menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, UNY semakin agresif. Tegar kembali mencatatkan namanya di papan skor hanya dua menit setelah babak kedua dimulai. Ramadhanesa Al Daffa Arya Fandriansyah dan Ibra Azhiim Syahputra kemudian turut menyumbang gol untuk memperlebar keunggulan.

UNNES mencoba mengubah keadaan melalui strategi power play dengan memajukan kiper untuk membantu serangan. Namun, strategi tersebut justru menyisakan ruang yang dimanfaatkan Nur Romadhon untuk mencetak gol penutup.

UNY pun memastikan gelar juara putra dengan kemenangan telak 6-0 atas UNNES.

Pelatih putra UNY, Hajarul Susanto Walid Djaba, mengatakan konsistensi dan pengendalian emosi menjadi kunci timnya menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Ia mengingatkan para pemain agar tidak terlena meski unggul jauh, mengingat situasi pertandingan futsal dapat berubah dalam waktu singkat.

“Selama belum ada peluit akhir, artinya belum selesai. Walau sudah unggul 2-0 atau 6-0 sekalipun, itu belum tentu kita menang meski sisa waktu tinggal semenit,” ujarnya.

Penampilan impresif UNY juga mengantarkan Tegar meraih gelar *Top Scorer* putra setelah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen.

Tegar mengapresiasi kontribusi rekan-rekan setimnya yang membantu UNY meraih gelar juara. Ia pun memiliki target khusus di fase nasional, yakni menghadapi UIN Bandung.

Pada final tahun lalu, UIN Bandung menjadi tim yang mengalahkan UNY. Karena itu, Tegar berharap kedua tim kembali bertemu untuk membuka peluang membalas kekalahan tersebut.

“Sangat berharap di The Nationals nanti bisa bertemu tim UIN Bandung, yang mengalahkan kami di partai final tahun lalu. Kami ingin buktikan di tahun ini,” kata Tegar.

CEO Campus League, Ryan Gozali, mengapresiasi kualitas permainan para peserta, terutama penampilan UNY dan UNNES pada partai final. Ia menilai perkembangan permainan tim-tim dari Yogyakarta dan sekitarnya menunjukkan sinyal positif bagi pembentukan budaya olahraga di lingkungan kampus.

Menurut Ryan, kompetisi tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga sarana pembelajaran bagi atlet mahasiswa dan pelatih untuk meningkatkan kualitas permainan, konsentrasi, serta sportivitas.

“Dalam pertandingan olahraga, kehilangan konsentrasi atau momen sebentar saja berpotensi membuat sebuah tim kehilangan seluruh gim. Inilah kompetisi di level tinggi, setiap detik adalah peluang dan jangan disia-siakan,” ujar Ryan.

Setelah menyelesaikan Regional Yogyakarta, Campus League Futsal akan berlanjut ke Bandung pada 30 Oktober hingga 6 November, kemudian Jabodetabek pada 10-17 November 2026.

Fase The Nationals dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 25 November hingga 2 Desember 2026. Sebanyak 10 tim putra dan 10 tim putri akan bersaing memperebutkan gelar juara nasional.


Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menjelaskan pembagian slot peserta mempertimbangkan hasil kompetisi dan status juara musim sebelumnya.

Untuk sektor putra, Surabaya mendapat dua slot, Yogyakarta tiga slot, Bandung tiga slot, dan Jabodetabek dua slot. Di sektor putri, Surabaya mendapat dua slot, Yogyakarta tiga slot, Bandung dua slot, dan Jabodetabek tiga slot.

“Kami di Campus League berupaya mendukung regenerasi atlet futsal Indonesia melalui kolaborasi dengan pelatih tim nasional putra, Héctor Souto, dan pelatih tim nasional putri, Luis Estrela. Peraturan yang kami bikin, itu atas arahan mereka. Tahun 2025, sekitar 85 persen training camp futsal wanita itu dari Campus League,” pungkasnya.

Ia menyebut kompetisi tersebut telah menjadi salah satu jalur bagi atlet mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pemusatan latihan tim nasional.

Dengan dua gelar regional di tangan, UNY kini memiliki modal untuk menatap persaingan nasional. Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan dominasi, tetapi membuktikan bahwa kejayaan di Yogyakarta dapat berlanjut hingga panggung The Nationals.