ENERGI KALIMANTAN

Pertamina Bidik Pengembangan Hulu Migas dan Rantai Pasok Gas Regional

Pekerja PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 9. FOTO/Doc.PHI
Pekerja PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 9. FOTO/Doc.PHI
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membidik pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) serta penguatan konektivitas rantai pasok gas regional di kawasan Asia Tenggara. 

Langkah strategis ini menjadi tindak lanjut konkret perusahaan atas kesepakatan dalam ajang ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) Council Meeting ke-51 tahun 2026.

"Hasil ASCOPE ke-51 menjadi landasan penting bagi Pertamina untuk memperkuat kolaborasi energi regional menuju 2027,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, ditulis Sabtu (31/10). 

Pertamina, kata dia, menaruh perhatian besar terhadap perluasan kemitraan strategis dan kolaborasi bisnis di kawasan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan energi di tengah tingginya dinamika geopolitik dan pertumbuhan kebutuhan kawasan Asia Tenggara.

Poin-poin kerja sama tersebut terbuka lebar melalui peluang kolaborasi dengan perusahaan migas nasional atau National Oil Company (NOC) dari negara-negara anggota ASCOPE.
“Pertamina melihat ruang untuk memperdalam kolaborasi pada bidang-bidang tersebut dengan memanfaatkan keunggulan dan kapasitas masing-masing mitra,” ucap Baron.

Adapun ajang ASCOPE ke-51 diselenggarakan dengan mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Energi ASEAN Bersama: Memperkuat Ketahanan melalui Kolaborasi”. Tema ini mencerminkan respons bersama negara-negara kawasan terhadap volatilitas pasar global, ketidakpastian geopolitik, dan meningkatnya permintaan energi.

Melalui Gugus Tugas (Task Forces) dan program kerja kolaboratif, ASCOPE akan berupaya memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis. Bidang-bidang tersebut meliputi pengembangan sektor hulu migas, konektivitas dan advokasi gas regional, energi bersih, dialog kebijakan dan pengembangan kapasitas, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS/CCUS), hingga pengelolaan emisi metana.

Baron menegaskan bahwa komitmen bersama ini harus segera direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasional yang nyata dan menguntungkan kedua belah pihak.

“Pertamina mendorong agar komitmen bersama ini ditindaklanjuti melalui penjajakan kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan. Setiap peluang akan dikaji sesuai kebutuhan, kesiapan operasional, dan keekonomian,” tegas Baron.

Muara dari seluruh komitmen dan langkah strategis ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat yang berdampak langsung bagi masyarakat. (ant)