SPORT
Persaingan Memanas, The Nationals Campus League 2026 Sajikan Kejutan Sejak Awal
apakabar.co.id, JAKARTA - Perjalanan menuju tahta tertinggi basket kampus Indonesia resmi dimulai. Campus oLeague 2026 – Basketball The Nationals Season 1 resmi bergulir di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, Minggu (7/6/2026), dengan mempertemukan tim-tim terbaik dari lima regional di Indonesia.
Sebanyak 18 tim terbaik, terdiri dari 10 tim putra dan 8 tim putri, hasil seleksi ketat dari Regional Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta, akan bersaing selama sepekan untuk memperebutkan gelar juara nasional basket antarkampus pertama yang digelar oleh Campus League.
Atmosfer pembukaan berlangsung meriah. Sejumlah tokoh pendidikan dan olahraga hadir dalam opening ceremony, di antaranya CEO Campus League Ryan Gozali, Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH Dr. Andry M. Panjaitan, Wakil Ketua DPD PERBASI Banten Tikky Suwantikno, serta Vice Rector for Student Affairs Universitas Bina Nusantara (BINUS) Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut The Nationals menjadi tonggak sejarah penting dalam perkembangan olahraga kampus Indonesia. Menurutnya, kompetisi ini diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang kelak dapat berkontribusi bagi prestasi basket nasional.
"Hari ini adalah hari yang spesial karena ini The Nationals pertama. Kalian menjadi bagian dari sejarah perjalanan panjang Campus League. Kami terinspirasi dari negara-negara maju yang memiliki liga kampus kuat dan menjadi kebanggaan masyarakat. Kami berharap banyak talenta baru lahir dari sini," ujar Ryan.
Ia menegaskan bahwa Campus League tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga berupaya membangun budaya olahraga kampus yang berkelanjutan dengan mengusung semangat #GreatnessStartsHere.
Sebagai tuan rumah penyelenggara, UPH menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga mahasiswa di Indonesia.
"Kami berharap seluruh pertandingan berjalan aman, nyaman, dan lancar. Kompetisi ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga membangun koneksi, persahabatan, dan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang bersama," kata Dr. Andry M. Panjaitan.
Dukungan serupa datang dari DPD PERBASI Banten. Wakil Ketua DPD PERBASI Banten, Tikky Suwantikno, menyebut penunjukan Banten sebagai lokasi pertama penyelenggaraan The Nationals menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah tersebut.
"Kami berharap Campus League terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah sehingga pembinaan basket kampus bisa semakin merata di seluruh Indonesia," ujarnya.
Prediksi bahwa The Nationals akan berlangsung sengit langsung terbukti pada pertandingan pembuka. Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, sebelumnya telah memperkirakan tidak ada tim yang benar-benar diunggulkan karena kualitas peserta relatif merata.
Menurutnya, hasil undian grup bahkan membuka peluang terjadinya berbagai kejutan sejak babak penyisihan.
"Di fase ini tidak ada lagi tim unggulan atau tim kuda hitam. Semua adalah tim terbaik dari masing-masing regional. Tim yang paling siap secara teknis dan mental akan melangkah lebih jauh," ujar Dave.
Salah satu laga paling menyita perhatian terjadi di sektor putri ketika UPH Tangerang bertemu BINUS Jakarta dalam partai ulangan final Regional Jakarta.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, UPH tampil penuh determinasi untuk membalas kekalahan mereka pada final regional. Tim asuhan Fajar Kusumasari langsung tampil agresif sejak awal pertandingan dan unggul 17-13 pada kuarter pertama.
Pertandingan berlangsung ketat hingga kuarter kedua dengan UPH mempertahankan keunggulan 31-28. Setelah jeda, BINUS sempat bangkit melalui permainan point guard andalan mereka, Keira Ammabel. Namun disiplin pertahanan yang ditunjukkan UPH membuat mereka tetap mampu menjaga keunggulan.
Memasuki kuarter terakhir, UPH tampil lebih tenang dan efektif. Dukungan publik tuan rumah menjadi tambahan energi bagi tim berjuluk Eagles tersebut hingga akhirnya mengamankan kemenangan 61-51.
Pelatih UPH, Fajar Kusumasari, menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh pasca kekalahan di final Regional Jakarta.
"Kami belajar dari kesalahan sebelumnya. Fokus utama kami adalah memperbaiki pertahanan dan memastikan tim mampu menjaga konsistensi sampai akhir pertandingan. Hari ini anak-anak berhasil menjalankan rencana permainan dengan sangat baik," ujarnya.
Center UPH, Jesslyne Jaya Wiyanto, yang mencetak 14 poin, mengungkapkan bahwa perubahan pola pikir menjadi faktor utama keberhasilan timnya.
"Dulu kami terlalu fokus pada hasil akhir. Sekarang kami lebih menikmati proses dan bermain lepas. Itu yang membuat permainan kami lebih baik," kata Jesslyne.
Di sektor putra, BINUS Jakarta juga tampil impresif saat menghadapi juara Regional Bandung, Universitas Kristen Maranatha.
BINUS langsung menunjukkan kualitasnya sejak awal pertandingan dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-13. Dominasi berlanjut hingga kuarter kedua berkat keunggulan rebound yang diperlihatkan Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady dan Fachrie Abhyasa.
Meski Maranatha berusaha bangkit pada babak kedua, efektivitas transisi permainan BINUS membuat mereka tetap unggul hingga pertandingan berakhir dengan skor 66-52.
Guard BINUS, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, menilai kemenangan tersebut diraih berkat disiplin tim dalam menjalankan instruksi pelatih dan keberhasilan mereka meredam pemain kunci lawan.
"Di The Nationals tidak ada lawan yang mudah. Semua tim adalah juara atau runner-up regional. Karena itu kami harus maksimal sejak awal dan fokus pada setiap pertandingan," ujarnya.
Kemenangan tersebut semakin mempertegas ambisi BINUS untuk meraih gelar juara nasional dan mewakili Indonesia pada Asian University Basketball League (AUBL) 2027.
Babak penyisihan Campus League Basketball The Nationals Season 1 akan berlangsung hingga 11 Juni menggunakan sistem setengah kompetisi. Dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke semifinal pada 12 Juni, sebelum perebutan gelar juara dan tempat ketiga digelar pada 13 Juni 2026.
Selain memperebutkan gelar kampus terbaik Indonesia, juara kategori putra juga akan mendapatkan kesempatan istimewa mewakili Indonesia pada Asian University Basketball League (AUBL) yang mempertemukan kampus-kampus terbaik dari berbagai negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, China, Filipina, Taiwan, Hong Kong, Mongolia, Australia, dan Malaysia.
Dengan kualitas peserta yang merata serta rivalitas yang sudah mulai memanas sejak hari pertama, The Nationals Campus League 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan sengit hingga laga final nanti.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR