EKBIS

Duta Besar Swiss Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perkuat Sektor Susu Nasional

Penguatan sektor susu nasional yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara peternak, koperasi, pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga internasional untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga standar kualitas susu.
Kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia melihat lebih dekat peran Nestlé Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor susu nasional, melalui kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah. Foto: Isimewa untuk apakabar.co.id
Kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia melihat lebih dekat peran Nestlé Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor susu nasional, melalui kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah. Foto: Isimewa untuk apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA – Penguatan sektor susu nasional yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara peternak, koperasi, pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga internasional untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga standar kualitas susu.

Pesan tersebut mengemuka dalam kunjungan resmi Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, ke Pabrik Kejayan di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan itu, ia didampingi perwakilan International Labour Organization (ILO) dan Swisscontact untuk melihat langsung pengembangan ekosistem susu yang melibatkan peternak sapi perah rakyat dan koperasi.

Selama agenda kunjungan, delegasi mengunjungi peternak sapi perah rakyat, koperasi susu, berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta meninjau fasilitas operasional pabrik yang menjadi salah satu pengolah susu segar terbesar di Jawa Timur.

Menurut Olivier, pengalaman bertemu langsung dengan peternak, koperasi, institusi pemerintah, dan berbagai mitra menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan sektor susu sangat bergantung pada kerja sama yang kuat antar pihak.

“Penguatan sektor susu yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Dalam hal ini, perusahaan telah menjadi mitra penting yang berkontribusi meningkatkan produktivitas dan standar kualitas,” ujarnya di Pasuruan Jawa Timur, Kamis (11/6).

Ia juga mengapresiasi kontribusi sektor industri yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kegiatan bisnis, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi lokal dan nasional melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat.

Kemitraan dengan peternak 
Sejak 1975, pengembangan sektor susu di Jawa Timur telah dilakukan melalui pola kemitraan bersama peternak sapi perah rakyat dan koperasi. Model ini tidak hanya berfokus pada pengadaan bahan baku susu segar, tetapi juga mencakup pendampingan, pelatihan, serta peningkatan kapasitas peternak.

Melalui pendekatan tersebut, peternak memperoleh akses terhadap pengetahuan teknis mengenai manajemen peternakan, kesehatan hewan, kualitas susu, hingga praktik usaha yang lebih efisien.

Pasokan susu segar yang dihasilkan para peternak kemudian menjadi bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik. Hubungan yang saling menguntungkan ini dinilai mampu menciptakan rantai pasok yang lebih stabil sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Direktur Technical Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, menyebut kemitraan dengan peternak dan koperasi merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat sektor susu nasional.

“Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memperkuat rantai pasok susu yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan peternak di Indonesia,” katanya.

Selain memperkuat produktivitas dan kualitas susu, perhatian terhadap aspek keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor ini.

Factory Manager Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, mengungkapkan bahwa pabrik memiliki peran sebagai penghubung antara hasil produksi peternak dengan proses manufaktur yang bertanggung jawab.

Berbagai inisiatif lingkungan diterapkan untuk mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan. Di antaranya melalui pengolahan air limbah menggunakan Wastewater Treatment Plant (WWTP) serta pemanfaatan Biomass Boiler Plant untuk mendukung efisiensi energi.

Sementara itu, di tingkat peternak, praktik keberlanjutan juga terus didorong melalui pemanfaatan limbah ternak menjadi energi biogas dan pupuk organik. Langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi peternak.

“Melalui pemanfaatan susu segar dari peternak sapi perah rakyat, penerapan standar operasional yang bertanggung jawab, serta berbagai inisiatif keberlanjutan, kami terus berupaya menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat setempat dan mendukung perekonomian daerah,” ujar Imelda.

Bangun sistem pangan tangguh
Kunjungan delegasi Swiss dan mitra internasional ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan antara peternak, koperasi, industri pengolahan, dan program keberlanjutan dalam membangun ekosistem susu nasional.

Di tengah tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh dan inklusif. Penguatan produktivitas peternak, peningkatan kualitas susu, serta penerapan praktik berkelanjutan menjadi fondasi penting agar sektor susu nasional mampu berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, upaya membangun ketahanan pasokan susu dalam negeri tidak hanya mendukung pertumbuhan industri, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi ribuan peternak sapi perah rakyat di Indonesia.