SPORT

Barito Putera Gagal Promosi Meski Pesta Gol ke Gawang Persipal FC

Laskar Antasari tetap tersingkir dari perebutan tiket promosi setelah PSS Sleman dan Persipura Jayapura sama-sama mengamankan poin penuh.
Selebrasi Bagus Kahfi usai mencetak gol ke gawang Persipal FC. Foto: Facebook/Barito Putera
Selebrasi Bagus Kahfi usai mencetak gol ke gawang Persipal FC. Foto: Facebook/Barito Putera
apakabar.co.id, BANJARMASIN – Kemenangan telak yang diraih PS Barito Putera pada laga pamungkas Pegadaian Championship 2025/2026 berujung pahit. 

Meski tampil dominan dan menggelontorkan delapan gol ke gawang Persipal FC, Minggu (3/5), hasil tersebut tak mampu mengantar Laskar Antasari ke Super League musim depan.

Skuad asuhan Stefano “Teco” Cugurra menutup kompetisi dengan koleksi 53 poin dan finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup 2,  persis seperti skenario yang sudah diantisipasi sebelumnya bahwa menang saja tidak cukup.

Di saat bersamaan, PSS Sleman tampil tanpa kompromi dengan mengalahkan PSIS Semarang 3-0 untuk mengunci posisi puncak dengan 56 poin sekaligus merebut tiket promosi otomatis.  Sementara Persipura Jayapura memastikan posisi runner-up usai menundukkan Persiku Kudus 2-0, yang membuat mereka berhak melaju ke babak play-off.

Tampil Menjanjikan 


Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion 17 Mei, Barito langsung menekan sejak awal. Erwin Edginataqi membuka keunggulan cepat saat laga baru berjalan empat menit, memantik dominasi penuh tuan rumah.

Serangan bertubi-tubi tak terbendung. Barito menutup babak pertama dengan keunggulan telak 5-0 lewat gol Fabiano Beltrame (30’), brace Alexsandro (36’, 45+3’), serta gol kedua Erwin (37’).
Memasuki babak kedua, Persipal—yang sudah dipastikan degradasi—sempat memberikan perlawanan. Tiga gol balasan dicetak Muhammad Syahril Aidil (49’), Kenzo Nambu (71’), dan Meru Kimura (80’).
Namun Barito tetap terlalu kuat. Riki Cawor (75’), Lassana (89’), dan Bagus Kahfi (90+2’) memastikan kemenangan telak 8-3 sekaligus menutup laga dengan gaya ofensif. Ironisnya, pesta gol itu justru terasa hambar.

Sebelum laga, Barito memang berada dalam posisi sulit, yakni wajib menang sambil berharap PSS terpeleset dan Persipura kehilangan poin. Namun skenario tersebut tak terjadi. Kedua pesaing justru tampil solid dan mengunci posisi mereka masing-masing.

Barito pun harus menerima kenyataan pahit mengakhiri musim dengan performa meyakinkan, tetapi tanpa tiket promosi. Musim depan, Laskar Antasari kembali harus memulai dari titik yang sama, yaitu kasta kedua, dengan pekerjaan rumah yang belum tuntas.