EKBIS

Kenaikan Pertamax Bikin Pertalite jadi Rebutan? Ini Penjelasan Pertamina

Pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi masih dijual Rp6.800 per liter.
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: ANTARA
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA – Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026, masyarakat pengguna Pertalite mendapat kabar yang melegakan. Pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi masih dijual Rp6.800 per liter.

Keputusan tersebut menjadi perhatian publik setelah Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai Rabu (10/6/2026). Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan harga.

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian cukup signifikan, Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua, pelaku usaha kecil, hingga sektor distribusi yang masih bergantung pada BBM subsidi.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa pasokan BBM subsidi tetap aman dan tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Ketersediaan pasokan BBM tetap menjadi prioritas perusahaan di seluruh wilayah Indonesia.

“Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” kata Roberth dalam siaran pers yang diterima apakabar.co.id di Jakarta, Selasa (9/6). 

Pertalite jadi pilihan utama
Di sejumlah daerah, pengumuman kenaikan harga Pertamax langsung memicu perhatian pengguna kendaraan pribadi. Banyak pengendara mulai menghitung kembali pengeluaran bahan bakar harian mereka.

Dengan selisih harga yang kini mencapai Rp6.250 per liter antara Pertalite dan Pertamax, Pertalite diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan permintaan Pertalite dalam beberapa pekan ke depan.

Di sisi lain, Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. 

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth MV Dumatubun.

Meski demikian, hingga hari pertama pemberlakuan harga baru, belum ada laporan gangguan distribusi atau kelangkaan Pertalite di SPBU. Pertamina juga mengimbau masyarakat memperoleh informasi harga BBM melalui kanal resmi perusahaan dan aplikasi MyPertamina.

Kenaikan harga Pertamax jadi sorotan
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green menjadi salah satu isu ekonomi yang paling banyak dibahas publik sejak diumumkan pada Selasa (9/6) malam. Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, serta harga pasar keekonomian, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Lebarnya selisih harga antara Pertamax dan Pertalite setelah penyesuaian harga terbaru diperkirakan akan memengaruhi pola konsumsi bahan bakar masyarakat. Dengan harga Pertamax kini mencapai Rp16.250 per liter, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter, terdapat perbedaan harga sebesar Rp6.250 per liter. 

Bagi pengguna kendaraan dengan mobilitas tinggi, selisih tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menekan pengeluaran bahan bakar bulanan. Kondisi ini berpotensi mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite, meski hingga saat ini Pertamina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan peningkatan konsumsi BBM subsidi akibat kenaikan harga Pertamax.

Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 10 Juni 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Dengan harga Pertalite yang tetap stabil, perhatian masyarakat kini tertuju pada ketersediaan stok di SPBU dan potensi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Namun untuk saat ini, Pertamina memastikan distribusi berjalan normal dan pasokan Pertalite tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.