NEWS
Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Kalsel dan Kaltim
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda puluhan hektare area di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa insiden karhutla di dua provinsi di Pulau Kalimantan tersebut terjadi hampir bersamaan pada Minggu (19/7) siang.
"Data sementara menunjukkan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan proses penanganan hingga kini masih terus berlangsung," katanya di Jakarta, Senin (20/8).
Abdul menjelaskan bahwa peristiwa karhutla di Kalimantan Selatan melanda wilayah Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di area PT Dua Samudera Perkasa Tersus Bengkirai Sungai Dua sejak Minggu pukul 13.30 WITA.
Kebakaran di Tanah Bumbu berdampak pada lahan seluas sekitar lima hektare, di mana tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Damkar, hingga relawan perusahaan telah berhasil memadamkan setidaknya dua hektare area terbakar.
Sementara itu, kebakaran lahan dalam skala yang lebih luas terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, melanda tiga wilayah kecamatan sekaligus dengan total area terdampak diperkirakan mencapai 35,2 hektare.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi, sebaran karhutla di Samarinda mencakup 30 hektare lahan di Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang, lima hektare di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, dan 0,2 hektare di Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu.
Guna mengendalikan kobaran api di ibu kota Kaltim tersebut, Abdul menekankan bahwa tim dari BPBD Kota Samarinda tengah bergerak melakukan asesmen serta pemadaman intensif bersama Disdamkarmat, personel Katana Kelurahan Simpang Tiga, dan jajaran relawan lokal.
Adapun hingga saat ini, aparat penegak hukum masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api di kedua provinsi tersebut.
"Penyebabnya masih dalam penyelidikan," kata dia, seraya mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di Kalimantan untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar di tengah cuaca kering musim kemarau ini.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY