NEWS
Karhutla Kalbar Tembus 38 Ribu Hektare, Prabowo Turun Langsung
Dari Lanud Supadio, Prabowo langsung melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk memantau kawasan terdampak.
apakabar.co.id, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Sabtu sekitar pukul 10.50 WIB untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Setibanya di Kalimantan Barat, Prabowo langsung menuju Lanud Supadio untuk melakukan patroli udara menggunakan helikopter. Patroli tersebut dilakukan untuk memantau sejumlah lokasi yang terdampak karhutla sekaligus melihat kondisi lapangan secara langsung.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden sehari sebelumnya kepada jajaran TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
"Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden sehari sebelumnya kepada jajaran TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan," kata Teddy di Jakarta, Sabtu.
Dalam arahannya, Prabowo meminta pimpinan TNI dan Polri turun langsung ke daerah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan efektif.
Presiden juga membagi tugas penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan kepada jajaran TNI dan Polri. Untuk Kalimantan Barat, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan memimpin upaya penanganan bersama pemerintah daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Kapolri dan sejumlah pejabat terkait. Patroli udara dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan sekaligus memantau titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare
Besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap karhutla Kalimantan Barat tidak lepas dari luas wilayah yang terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kalimantan Barat, luas karhutla di provinsi tersebut sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare.
Sejumlah kabupaten menjadi perhatian karena memiliki luasan kebakaran cukup signifikan dan berkontribusi terhadap munculnya kabut asap.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar Daniel mengatakan Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 12.443 hektare.
Selanjutnya, Kubu Raya tercatat 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.
"Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, kemudian ada beberapa di Kabupaten Sambas," ujar Daniel.
Menurut Daniel, sebagian wilayah terdampak merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi lebih kompleks karena api dapat bertahan dan menyebar di bawah permukaan tanah.
Penanganan Diperkuat
Pemprov Kalbar telah menetapkan status siaga darurat bencana asap. Berbagai langkah penanganan dilakukan, mulai dari apel kesiapsiagaan hingga patroli darat terpadu.
Personel TNI, Polri, Manggala Agni, Brigade Karhutla UPT KPH, perusahaan, Masyarakat Peduli Api, dan desa tangguh bencana turut dikerahkan dalam penanganan di lapangan.
Pemerintah pusat melalui BNPB juga mendukung upaya tersebut dengan mengerahkan helikopter patroli, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca.
Operasi modifikasi cuaca sendiri telah dilakukan sejak April 2026. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
Daniel mengatakan BPBD Kalbar terus mengoptimalkan patroli darat dan udara, pemantauan titik panas, pemadaman serta operasi modifikasi cuaca untuk mencegah kebakaran meluas.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menekan dampak kabut asap terhadap masyarakat di tengah luas karhutla yang telah mencapai lebih dari 38 ribu hektare.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR