SPORT

Rizki Juniansyah Tak Diizinkan Tampil di Asian Games 2026

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah. Foto: Antara
Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah. Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA — Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, dipastikan tidak dapat tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut penangguhan sementara yang dijatuhkan International Weightlifting Federation (IWF).

Keputusan tersebut membuat Rizki harus melewatkan Asian Games ke-20 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.

Dalam pernyataan bersama Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah, dijelaskan bahwa penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan atau whereabouts.


Kewajiban whereabouts berkaitan dengan ketersediaan atlet untuk menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi.

PABSI, KOI, dan Rizki menegaskan bahwa penangguhan sementara tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping.

"Penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses pemeriksaan mengenai pokok perkara baru akan dimulai," demikian pernyataan bersama tersebut.

Kasus yang dihadapi Rizki juga tidak berkaitan dengan penggunaan zat terlarang. Sepanjang kariernya, Rizki disebut tidak pernah mendapatkan hasil tes doping positif, termasuk dalam pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada Agustus 2026.

Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan tetap menjalani proses hukum untuk membela kasusnya di hadapan CAS. PABSI dan KOI menyatakan memberikan dukungan penuh kepada peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut.

"Rizki, PABSI, dan KOI menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping yang sedang berjalan, serta bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut," lanjut pernyataan itu.

Absennya Rizki menjadi kehilangan bagi Indonesia karena lifter tersebut berstatus sebagai juara bertahan Olimpiade dan Dunia.

PABSI dan KOI menyayangkan kondisi tersebut. Namun, keduanya memastikan akan tetap mendukung Rizki dalam menjalani proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.

"Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan Dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya," tulis pernyataan tersebut.


PABSI, KOI, dan Rizki juga menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan selama proses tersebut.

Mereka menegaskan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai kasus ini selama proses persidangan masih berlangsung.