NEWS

OTT Kasus Narkoba, Gerindra Pecat 3 Anggota DPRD di Jatim

Waketum Gerindra Habiburokhman saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Foto: ANTARA
Waketum Gerindra Habiburokhman saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Partai Gerindra menyatakan memecat tiga anggota DPRD di Jawa Timur dari Gerindra setelah tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Ketua Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan pemecatan ketiga legislator tersebut dilakukan setelah dilakukan sidang yang dilaksanakan pada 8 Oktober 2026.

"Aturan ditegakkan, siapapun yang melakukan kesalahan dijatuhi hukuman," katanya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyatakan tindakan tegas tersebut dilakukan merespons dari pelanggaran yang dilakukan ketiga kader Gerindra tersebut.

Dia pun menyampaikan bahwa penangkapan terhadap tiga anggota DPRD itu terjadi pada 30 September 2026. Kemudian pada 6 Oktober, pihaknya pun langsung memanggil para anggota yang disebutkan tertangkap OTT itu.

"Lalu 8 Oktober diputuskan dalam rapat di Mahkamah Partai di Majelis Kehormatan, ketiganya dipecat sebagai anggota DPRD," kata dia.

Adapun sejak saat OTT sampai saat ini, dia pun memastikan tidak pernah berkomunikasi maupun mengintervensi dalam bentuk apapun kepada kepolisian.

"Kenal Pak Kapolresnya, tapi saya enggak ada sama sekali menelepon beliau dalam kurun waktu ini, tidak ada sama sekali menghubungi beliau, apalagi terkait tiga orang anggota DPRD ini," kata dia.
Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan alasan mutasi tujuh anggota Satresnarkoba ke jajaran kepolisian sektor (Polsek) karena adanya dugaan pelanggaran SOP.

Namun, ia tidak merinci apakah dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan penanganan kasus pesta narkoba yang melibatkan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Gerindra.

“Mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya, dan terkait dengan tujuh anggota Satnarkoba yang memang terkena mutasi, itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP,” ujar Luthfie.