OTOTEKNO

Motor Habis Dipakai Mudik Jauh? Lakukan Tips Ini Agar Tetap Prima dan Aman Dipakai Harian

Motor Habis Dipakai Mudik Jauh? Lakukan Tips Ini Agar Tetap Prima dan Aman Dipakai Harian. Foto: dok. WMS
Motor Habis Dipakai Mudik Jauh? Lakukan Tips Ini Agar Tetap Prima dan Aman Dipakai Harian. Foto: dok. WMS
apakabar.co.id, JAKARTA - Perjalanan mudik memang sudah usai, tapi pekerjaan penting belum benar-benar selesai. Bagi pengguna sepeda motor, perjalanan ratusan bahkan ribuan kilometer yang telah dilalui sebenarnya meninggalkan “jejak” pada kondisi tunggangan.

Melihat hal ini, PT Wahana Makmur Sejati, sebagai main dealer motor Honda Jakarta-Tangerang mengingatkan bahwa motor yang digunakan untuk mudik perlu segera mendapatkan perhatian ekstra.

Pasalnya, berbagai kondisi jalan seperti macet panjang, jalan rusak, hingga cuaca ekstrem dapat mempercepat penurunan performa komponen penting.

Technical Analyst WMS, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa sepeda motor yang dipakai perjalanan jauh bekerja jauh lebih keras dibandingkan penggunaan harian. 

“Karena itu, pengecekan menyeluruh menjadi langkah penting untuk menjaga performa sekaligus keselamatan saat kembali digunakan beraktivitas,” pungkasnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (1/4).

Oli Mesin


Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi oli mesin. Setelah bekerja dalam suhu tinggi dan durasi panjang, kualitas oli biasanya menurun.

Jika dibiarkan, pelumasan menjadi tidak optimal dan berpotensi mempercepat keausan komponen di dalam mesin.

Mengganti oli setelah perjalanan jauh menjadi langkah sederhana namun krusial untuk menjaga mesin tetap awet.


Sistem Pengereman


Selain itu, sistem pengereman juga tidak boleh luput dari perhatian. Selama mudik, rem bekerja lebih intens, terutama saat menghadapi kemacetan atau kondisi jalan yang tidak menentu.

Kampas rem bisa menipis tanpa disadari, sehingga penting untuk memastikan sistem pengereman tetap responsif dan aman digunakan.


Kondisi Ban


Kondisi ban juga menjadi faktor penting yang sering terabaikan. Perjalanan panjang dapat memengaruhi tekanan angin dan kondisi permukaan ban.

Memastikan tidak ada retakan, benjolan, atau keausan berlebih akan membantu menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara.


Rantai dan Gear


Bagi pengguna motor non-matic, rantai dan gear juga perlu dicek. Komponen ini sangat rentan kotor dan aus setelah perjalanan jauh.

Pembersihan serta pelumasan ulang akan membantu menjaga kinerja transmisi tetap halus dan tidak menimbulkan suara atau getaran berlebih.

Aki dan Kelistrikan


Tak kalah penting, kondisi aki dan sistem kelistrikan juga harus dipastikan tetap prima.

Penggunaan lampu, klakson, hingga starter secara intens selama perjalanan mudik bisa memengaruhi daya aki.

Pemeriksaan sederhana dapat mencegah masalah yang sering muncul tiba-tiba saat motor digunakan kembali.

Untuk memastikan semua komponen dalam kondisi optimal, Wahana juga menyarankan pengguna melakukan servis di jaringan AHASS.

Dengan teknisi bersertifikasi dan standar pengecekan resmi, kondisi motor bisa dipastikan lebih aman dan siap digunakan kembali.

Pada akhirnya, perawatan setelah mudik bukan hanya soal menjaga performa kendaraan, tetapi juga investasi keselamatan.

Dengan kondisi motor yang prima, setiap perjalanan setelah Lebaran bisa kembali terasa nyaman, aman, dan tanpa khawatir.