OTOTEKNO
AI Masuk Redaksi, Jurnalis Bakal Tergantikan?
apakabar.co.id, JAKARTA – Pemanfaatan AI (Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan) di ruang redaksi kian meluas.
Sejumlah media mulai mengintegrasikan teknologi ini dalam proses produksi konten, dari penulisan hingga distribusi, meski perannya ditegaskan hanya sebagai pendukung.
General Manager HarapanRakyat, Subagja Humara mengungkapkan, pihaknya sempat bereksperimen dengan berbagai platform AI.
“Namun, hasilnya belum optimal, terutama dari sisi performa SEO dan distribusi konten. “Percuma cepat, tapi tidak ada distribusi,” ujar dalam talkshow AI yang digelar di Jakarta, Selasa (31/3).
Setelah mengikuti pelatihan dari Google, pendekatan penggunaan AI pun berubah.
Kini, teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu menyelaraskan konten dengan algoritma platform seperti Google, TikTok, dan Instagram, termasuk mendukung kerja wartawan di lapangan.
Berbeda dengan itu, platform Kalesang sejak awal menggunakan AI secara terbatas, yakni untuk verifikasi dan pengecekan kesalahan penulisan.
Media Director Kalesang, Wendi Wambes, menyebut AI sangat membantu dalam pengolahan data, namun tidak bisa menggantikan kerja jurnalistik di lapangan.
“AI bukan pengganti jurnalis. Kerja lapangan tetap tidak tergantikan,” tegasnya.
Di media tersebut, AI justru dimanfaatkan untuk mengurangi beban administratif agar jurnalis lebih fokus pada peliputan dan verifikasi.
Sementara itu, platfrom Langgam memanfaatkan AI untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia.
Berbagai proses seperti transkrip, dubbing, hingga produksi konten multimedia kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi.
Meski demikian, setiap konten tetap melalui proses penyuntingan dan verifikasi sebelum dipublikasikan.
Langgam juga mulai menyusun SOP penggunaan AI serta menggelar pelatihan internal untuk memastikan pemanfaatannya tetap sesuai kaidah jurnalistik.
Secara umum, pelaku industri sepakat bahwa AI hanyalah alat bantu.
Akurasi, verifikasi, dan kerja lapangan tetap menjadi fondasi utama, sehingga peran manusia dalam jurnalisme tidak akan tergantikan. (ABS/DF)
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH