NEWS
Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet Merah Putih, Istana Sebut Masih Dalam Pembahasan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan sinyal bahwa Presiden KSPI, Said Iqbal, berpeluang bergabung dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
apkabar.co.id, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan sinyal bahwa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, berpeluang bergabung dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pembahasan terkait posisi yang akan ditempati Said Iqbal masih berlangsung dan belum ada keputusan final yang diumumkan kepada publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/6). Menurutnya, pemerintah saat ini masih mendiskusikan kemungkinan penugasan bagi tokoh buruh tersebut di lingkungan kabinet.
"Sedang kita diskusikan," kata Prasetyo Hadi.
Sinyal masuknya Said Iqbal ke dalam kabinet menjadi perhatian publik karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif memperjuangkan hak-hak pekerja dan isu ketenagakerjaan di Indonesia. Selain memimpin KSPI, Said Iqbal juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh yang dalam beberapa tahun terakhir aktif menyuarakan berbagai kebijakan terkait kesejahteraan pekerja.
Prasetyo menyebut bahwa jika nantinya Said Iqbal bergabung dalam pemerintahan, tugas yang diembannya kemungkinan besar tidak akan jauh dari bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya.
"Ya. Kemungkinan ya. Kemungkinan berkaitan tentunya dengan perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja," ujar Prasetyo.
Meski memberikan petunjuk mengenai bidang yang mungkin akan ditangani, Prasetyo belum bersedia mengungkapkan jabatan spesifik yang akan diberikan kepada Said Iqbal. Ia menegaskan bahwa proses pembahasan masih berjalan sehingga belum dapat disampaikan secara rinci kepada masyarakat.
"Tunggu, masih didiskusikan ya," katanya.
Penguatan representasi buruh di pemerintahan
Jika benar bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih, kehadiran Said Iqbal dinilai dapat memperkuat representasi kelompok pekerja dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Selama bertahun-tahun, Said Iqbal dikenal sebagai seorang figur yang vokal dalam memperjuangkan isu upah minimum, jaminan sosial, perlindungan tenaga kerja, hingga hak-hak buruh di tengah perubahan regulasi ketenagakerjaan.
Masuknya tokoh serikat pekerja ke dalam kabinet juga berpotensi membuka ruang dialog yang lebih intensif antara pemerintah, dunia usaha, dan kalangan pekerja dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta perlindungan pekerja di era transformasi digital.
Namun hingga saat ini, pemerintah belum memberikan informasi resmi mengenai posisi ataupun bentuk penugasan yang akan diberikan kepada Said Iqbal.
Pelantikan pimpinan BGN
Pada kesempatan yang sama, Prasetyo Hadi juga mengungkapkan bahwa Istana Kepresidenan Jakarta akan menggelar agenda pelantikan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin, 8 Juni 2026.
Selain pelantikan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menerima dan melakukan prosesi penyerahan surat kepercayaan dari sejumlah duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia.
Menurut Prasetyo, kedua agenda tersebut direncanakan berlangsung pada hari yang sama untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan kenegaraan.
"Untuk efektivitas kita memang rencanakan di hari yang sama ya," ujar Prasetyo.
Meski ada agenda pelantikan di Istana pada Senin mendatang, Prasetyo belum memastikan apakah Said Iqbal akan turut dilantik pada kesempatan tersebut. Ia meminta publik menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan pembahasan yang saat ini masih berlangsung.
"Tunggu informasi," pungkasnya.
Hingga kini, perhatian publik masih tertuju pada kemungkinan bergabungnya Said Iqbal ke dalam Kabinet Merah Putih. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi salah satu momen penting dalam hubungan antara pemerintah dan kalangan buruh, sekaligus menandai semakin besarnya keterlibatan perwakilan pekerja dalam struktur pemerintahan nasional.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK