NEWS
Ribuan Buruh di Jateng Terancam PHK, Said Iqbal Minta Perlu Pencegahan
apakabar.co.id, JAKARTA - Sebanyak hampir 1.500 buruh di di perusahaan industri garmen dan tekstil di Provinsi Jawa Tengah berpotensi mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengingatkan agar pemerintah bergerak cepat agar ribuan buruh di Jawa Tengah tidak kehilangan pekerjaan dan perusahaan tetap beroperasi.
"Kalau perusahaan masih bisa diselamatkan, maka harus diselamatkan. Kalau membutuhkan intervensi kebijakan pemerintah, negara harus hadir," kata Said Iqbal di Jakarta, Rabu (22/7).
Berdasarkan laporan dari serikat buruh di Jawa Tengah, kata Said, PT Victoria Apparel di Kota Semarang yang merupakan perusahaan dengan investor asal Tiongkok diduga berpotensi melakukan PHK terhadap sekitar 800 pekerja.
Sementara itu, PT Samwon di Kabupaten Jepara yang merupakan perusahaan dengan investor asal Korea Selatan dikabarkan berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja.
Untuk itu, Said Iqbal menegaskan akan segera melaporkan perkembangan tersebut kepada Ketua Satgas PHK, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Laporan tersebut juga akan ditembuskan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal sebagai bagian dari koordinasi penanganan potensi PHK.
"Saya akan melaporkan persoalan ini kepada Ketua Satgas PHK agar segera dilakukan langkah-langkah penyelamatan. Negara harus hadir ketika perusahaan menghadapi kesulitan dan para pekerja terancam kehilangan mata pencahariannya," ujarnya.
Said Iqbal juga mengumumkan bahwa pada Senin, 27 Juli 2026, dirinya akan melakukan kunjungan kerja ke PT Victoria Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perusahaan serta mencari solusi terbaik bersama manajemen, serikat pekerja, dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, prioritas utama pemerintah adalah mencegah terjadinya PHK.
"Dunia usaha harus tetap bisa berjalan, tetapi para pekerja juga harus terlindungi dari PHK," katanya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY