NEWS

Prabowo Soroti Gaji Guru Masih Rendah, Sebut Kebocoran Ekonomi jadi Akar Masalah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masih rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga masih adanya kemiskinan ekstrem merupakan persoalan besar yang harus segera diselesaikan pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: ANTARA
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masih rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga masih adanya kemiskinan ekstrem merupakan persoalan besar yang harus segera diselesaikan pemerintah. Menurutnya, salah satu penyebab utama belum optimalnya kesejahteraan masyarakat adalah kebocoran ekonomi nasional yang selama bertahun-tahun membuat kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Seninm (20/7). Dalam arahannya kepada para menteri Kabinet Merah Putih, Presiden menekankan bahwa pemerintah memahami berbagai kesulitan yang masih dihadapi masyarakat.

"Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini semua masalah kita paham," kata Prabowo.

Menurut Presiden, berbagai persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa mandat yang diberikan rakyat bukan sekadar untuk menjalankan pemerintahan, tetapi juga mencari solusi nyata atas berbagai masalah yang selama ini membebani masyarakat.

Prabowo mengaku baru memahami secara lebih mendalam besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia setelah memimpin pemerintahan. Dari berbagai persoalan yang dipelajari, ia menilai kebocoran ekonomi menjadi salah satu masalah paling mendasar yang harus segera diatasi.

Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun terjadi distorsi dalam perekonomian nasional sehingga kekayaan Indonesia tidak sepenuhnya dinikmati oleh rakyat. Menurutnya, berbagai praktik yang merugikan negara telah menyebabkan kekayaan nasional mengalir keluar dalam jumlah yang sangat besar.

"Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun," ujar Prabowo.

Presiden menilai kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Jika kebocoran ekonomi tetap berlangsung, pemerintah akan semakin sulit meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena sumber daya yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan justru hilang.

Ia menegaskan bahwa dana yang bocor tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membiayai berbagai program penting, termasuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki kesejahteraan guru, menciptakan lapangan kerja baru, hingga mengurangi angka kemiskinan.

"Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar,. Kita bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah," kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mencatat sejumlah kemajuan selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan. Ia mengungkapkan lebih dari 100 persoalan strategis telah berhasil diselesaikan oleh Kabinet Merah Putih.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk melanjutkan berbagai program prioritas pemerintah. Ia berharap seluruh jajaran kabinet tetap bekerja secara kompak dan fokus agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun ini menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja seluruh kementerian dan lembaga menjelang pidato kenegaraan Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam forum tersebut, Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintah sekaligus tantangan yang masih harus dihadapi, terutama di bidang ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memperkuat perekonomian nasional dengan menutup berbagai celah kebocoran yang selama ini mengurangi potensi pendapatan negara. Ia meyakini, apabila kekayaan Indonesia dapat dikelola secara maksimal dan dinikmati sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, maka kesejahteraan masyarakat, termasuk para guru, akan meningkat secara bertahap.

Bagi Prabowo, memperbaiki tata kelola ekonomi bukan sekadar menjaga keuangan negara, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat.