NEWS

Hari Ini, 473 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Zona Merah Karhutla Meluas

Hampir seluruh wilayah provinsi masuk zona merah dengan tingkat bahaya karhutla sangat tinggi.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan lahan gambut di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026). Foto: ANTARA
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan lahan gambut di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Sebanyak 473 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan pada Selasa (25/8). 
Sebarannya mencapai 11 kabupaten dan kota, dengan konsentrasi tertinggi berada di Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Banjar.

Data tersebut terdeteksi melalui Sistem Informasi Hotspot Kalimantan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Selasa pukul 07.00 WITA.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Utari Randiana, mengatakan dari 473 titik panas tersebut, sebagian besar berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.

"Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen," kata Utari di Banjarbaru, Selasa (25/8). 

Hulu Sungai Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 118 titik. Berikutnya Tapin dengan 102 titik dan Banjar sebanyak 99 titik.

Ketiga daerah tersebut menyumbang 319 titik panas atau sekitar dua pertiga dari total deteksi di Kalsel.

Selain tiga wilayah tersebut, titik panas terpantau di Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Banjarbaru, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Sementara Banjarmasin dan Balangan menjadi dua wilayah yang tidak terdeteksi titik panas dalam pemantauan tersebut.

32 Titik Masuk Kategori Tinggi
Dari total 473 titik panas, 32 titik berada pada kategori tingkat kepercayaan tinggi. Sebarannya terdapat di tujuh kabupaten dan kota, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin, dan Banjarbaru.

Adapun 425 titik dengan kategori sedang tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Meski titik panas merupakan indikator awal yang perlu diverifikasi di lapangan dan tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran, peningkatan deteksi tersebut menjadi sinyal kewaspadaan di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla yang masih berlangsung.

Terlebih, BMKG pada hari yang sama juga mengeluarkan peringatan bahaya karhutla untuk wilayah Kalsel.

Hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten dan kota masuk zona merah, yang menunjukkan tingkat bahaya kebakaran berada pada kategori sangat tinggi.

Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap upaya pengendalian karhutla di Kalsel. Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyebut luas karhutla di Kalsel sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 8.000 hektare.

Pemerintah juga tengah memperketat penanganan terhadap pihak yang diduga berkontribusi terhadap munculnya kebakaran. 

Di tingkat Kalimantan, sekitar 42 perusahaan masuk dalam pemantauan pemerintah, sementara lebih dari 30 perusahaan disebut telah masuk proses penegakan hukum dengan potensi nilai kerugian negara dan pemulihan lingkungan hampir Rp15 triliun.