EKBIS

Celios Dorong Akselerasi Ekonomi Sirkular dengan Produk Reusable

Pekerja memproses sampah-sampah plastik untuk didaur ulang. Foto: ANTARA
Pekerja memproses sampah-sampah plastik untuk didaur ulang. Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mendorong penggunaan produk reusable di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda yang terus meningkat dapat mendorong perkembangan ekonomi sirkular di Indonesia seiring tumbuhnya permintaan terhadap produk yang lebih berkelanjutan.

Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Rani Septyarini mengatakan penggunaan produk reusable pada dasarnya sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang berupaya memperpanjang usia pakai produk dan mengurangi timbulan sampah.

"Tren ini bisa mendorong perkembangan ekonomi sirkular karena penggunaan produk reusable pada dasarnya sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memperpanjang usia pakai produk dan mengurangi sampah," katanya di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut dia, meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan turut mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen kini semakin mempertimbangkan dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan.
Rani menilai perubahan perilaku tersebut dapat menjadi pendorong pasar bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk yang lebih berkelanjutan.

Ia menjelaskan generasi muda saat ini tidak hanya mempertimbangkan harga dalam mengambil keputusan pembelian, tetapi juga memperhatikan bagaimana suatu produk diproduksi, dampaknya terhadap lingkungan, serta nilai sosial yang dibawa perusahaan.

"Ketika permintaan terhadap produk yang berkelanjutan terus meningkat, pelaku usaha akan memiliki insentif ekonomi untuk berinvestasi pada desain produk yang lebih tahan lama, penggunaan bahan daur ulang, hingga sistem pengelolaan limbah yang lebih baik," ujarnya.

Menurut peneliti lulusan Universitas Airlangga itu, semakin besar permintaan terhadap produk yang menerapkan prinsip keberlanjutan, semakin besar pula peluang berkembangnya praktik ekonomi sirkular di berbagai sektor usaha.

Ia mengatakan tren tersebut menciptakan peluang bisnis baru sekaligus mendorong model produksi dan konsumsi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

"Artinya, perubahan perilaku konsumen ini bisa menjadi pendorong pasar untuk menuju ekonomi sirkular. Makin besar permintaan produk yang berkelanjutan, makin besar pula peluang ekonomi sirkular berkembang," jelasnya.