SPORT
Jacksen Tiago Puji Talenta Sepak Bola Putri di MLSC Surabaya Seri 2 2025-2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, memberikan pujian terhadap kualitas pemain putri yang tampil pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026. Menurut legenda Persebaya Surabaya tersebut, para pemain muda di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang sangat baik berkat ekosistem sepak bola putri yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Turnamen yang berlangsung di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, sejak 12 hingga 17 Mei 2026 itu diikuti 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya serta sekitarnya. Sebanyak 73 tim tampil di kategori KU 10 dan 77 tim bersaing di kategori KU 12.
Ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut kembali menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda potensial sepak bola putri Indonesia. Jacksen menilai kualitas individu pemain Surabaya sangat menonjol dan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
“Saya melihat potensi anak-anak Surabaya sangat besar. Dari sisi postur cukup bagus dan mereka punya kematangan bermain karena iklim sepak bola putri di Surabaya sudah terbentuk cukup lama. Kalau pemain-pemain ini dikumpulkan menjadi satu tim dan mendapat latihan yang baik, mereka bisa bersaing dengan luar biasa,” ujar Jacksen.
Meski demikian, mantan pelatih Persebaya Surabaya itu berharap perkembangan sepak bola putri tidak hanya bergantung pada pemain individu, tetapi juga mampu membangun kekuatan tim yang solid.
“Saya masih melihat ada beberapa tim yang sangat bergantung pada satu pemain yang menonjol. Harapan saya ke depan, mereka bisa berkembang bersama sebagai tim agar kualitas permainan semakin merata,” katanya.
Jacksen juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim pelatih masih akan melakukan pemantauan lebih lanjut untuk menentukan pemain-pemain terbaik yang akan masuk skuad MilkLife Soccer Challenge All-Star menuju Kudus pada pertengahan Juni mendatang.
Menurutnya, melimpahnya bakat pemain putri asal Surabaya membuat proses seleksi menjadi semakin kompetitif.
“Saya akan mengumpulkan pemain-pemain yang sebelumnya sudah masuk All-Star dari Extra Training Seri 1 untuk latihan bersama. Dari situ nanti akan terlihat siapa yang paling siap untuk berangkat ke Kudus,” ucap Jacksen.
Selain melahirkan juara baru, MLSC Surabaya juga menghadirkan banyak pertandingan dramatis. Pada laga final kategori KU 12, SDN Pacarkeling V/186 B sukses keluar sebagai juara usai menaklukkan SDN Manukan Kulon lewat drama adu penalti dan coin toss setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Sementara di final kategori KU 10, SDN Manukan Kulon tampil sebagai kampiun setelah bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 melalui babak adu penalti.
Jacksen menilai kompetisi seperti MLSC memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, pemain usia dini membutuhkan jam terbang dan pengalaman bertanding yang cukup agar perkembangan kemampuan mereka berjalan maksimal.
“Tujuan MLSC ini adalah membentuk ekosistem sepak bola putri Indonesia yang matang. Salah satunya dengan memberikan pengalaman bertanding secara rutin kepada para pemain. Karena kompetisi seperti ini hanya dua kali dalam setahun, saya berharap mereka juga terus belajar dan berlatih di SSB masing-masing,” jelasnya.
Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2025-2026, Edi Supriyanto, turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Surabaya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap jumlah peserta terus meningkat pada seri berikutnya agar semakin banyak talenta muda putri yang terjaring.
“Pembinaan dianggap berhasil kalau pesertanya banyak. Dari situ nantinya akan muncul semakin banyak pemain berbakat yang bisa berkembang untuk masa depan sepak bola putri Indonesia,” kata Edi.
Sementara itu, perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, menilai MLSC menjadi langkah besar dalam mendukung pembinaan sepak bola wanita di Jawa Timur.
“Kami berharap bukan hanya atlet yang berkembang, tetapi juga kualitas pelatih. Kalau pelatih semakin baik dan merata, sepak bola wanita akan berkembang lebih pesat,” ujar Arief.
Dengan tingginya antusiasme peserta, kualitas pertandingan yang semakin kompetitif, serta dukungan pembinaan berkelanjutan, MilkLife Soccer Challenge Surabaya kembali membuktikan diri sebagai salah satu turnamen penting dalam mencetak generasi baru sepak bola putri Indonesia.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR