SPORT

Final Campus League 2026: UBAYA Tantang SCU, Perbanas Hadapi UKSW

Pertandingan semifinal Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 sektor putri antara Universitas Surabaya kontra Universitas Pelita Harapan yang berlangsung Jumat (12/6) di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangeran
Pertandingan semifinal Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 sektor putri antara Universitas Surabaya kontra Universitas Pelita Harapan yang berlangsung Jumat (12/6) di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangeran
apakabar.co.id, JAKARTA – Perjalanan panjang Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 akhirnya memasuki fase puncak. Setelah melalui persaingan ketat sejak babak penyisihan grup, empat tim terbaik dari kategori putra dan putri berhasil memastikan tempat di partai final yang akan berlangsung di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Sabtu (13/6).

Kompetisi basket mahasiswa nasional yang berlangsung sejak 7 Juni 2026 ini mempertemukan para juara dan runner-up regional dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 18 tim yang terdiri atas 10 tim putra dan 8 tim putri dari 13 perguruan tinggi terbaik bersaing memperebutkan gelar juara perdana Campus League Basketball The Nationals.

Pada sektor putri, Soegijapranata Catholic University (SCU) tampil impresif saat menghadapi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di babak semifinal. SCU menunjukkan dominasi sepanjang pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan telak 67-23.

Kemenangan tersebut mengantarkan SCU ke partai puncak untuk menghadapi Universitas Surabaya (UBAYA). Tim asal Surabaya itu memastikan tiket final setelah menaklukkan tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan skor meyakinkan 81-50.


Kapten tim putri UBAYA, Mayviana Lysandra Tandiono, mengakui timnya sempat mengalami tekanan pada awal pertandingan semifinal. Namun, ketenangan dan kebersamaan menjadi faktor utama yang membantu mereka mengendalikan permainan hingga akhirnya meraih kemenangan.

“Kunci kemenangan kami adalah semangat dan kebersamaan tim. Pada awal pertandingan kami sempat tegang sehingga kesulitan mengembangkan permainan. Namun setelah bisa lebih tenang, terutama mulai kuarter ketiga, kami mampu bermain lebih baik dan memperlebar keunggulan,” ujar Mayviana.

Menatap laga final melawan SCU, Pelatih Tim Putri UBAYA, Wellyanto Pribadi, menilai pertandingan akan berlangsung sangat ketat. Pengalaman pertemuan kedua tim pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 menjadi modal penting dalam mempersiapkan strategi.

“Kami sudah pernah menghadapi mereka di POMNAS 2025 dan saat itu pertandingan berlangsung sangat sulit. Menurut saya peluang kedua tim sama besar, 50-50. Yang terpenting bagi kami adalah bermain disiplin, fokus, dan menjaga kualitas pertahanan sepanjang pertandingan,” kata Wellyanto.

Sementara itu, persaingan di kategori putra menghadirkan drama yang tak kalah menarik. Institut Perbanas Jakarta sukses menciptakan comeback gemilang saat menghadapi tuan rumah UPH. Sempat tertinggal pada dua kuarter awal, Perbanas bangkit pada paruh kedua pertandingan dan berhasil membalikkan keadaan untuk menang 59-50.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti mentalitas kuat yang dimiliki skuad Perbanas. Dukungan rekan-rekan setim serta motivasi untuk tidak mengecewakan para pendukung menjadi bahan bakar kebangkitan mereka.

“Pada awal pertandingan kami sempat tertinggal, tetapi kami terus berusaha bangkit. Kami tidak ingin mengecewakan banyak orang yang sudah memberikan dukungan. Karena itu kami mengeluarkan 100 persen kemampuan yang kami miliki. Kami senang bisa lolos ke final, tetapi pekerjaan kami belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi yang harus dimenangkan,” kata shooting guard Perbanas, Zaky Al Hakim.

Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, mengungkapkan bahwa faktor psikologis menjadi salah satu kunci kebangkitan timnya. Ketika tertinggal di awal pertandingan, ia mencoba memotivasi para pemain untuk tampil lebih agresif dan percaya diri.

“Kami sebenarnya sudah melakukan persiapan dengan baik sebelum pertandingan. Namun, saat tertinggal di awal, saya mencoba memainkan sisi psikologis pemain agar mereka mau berjuang lebih keras lagi. Syukurlah strategi itu berhasil. Untuk final nanti, siapa pun lawannya sudah pernah kami hadapi. Fokus kami adalah meningkatkan disiplin, organisasi permainan, serta kualitas bertahan dan menyerang,” ujarnya.


Di semifinal lainnya, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menunjukkan kualitasnya dengan menundukkan Universitas Surabaya (UBAYA) melalui skor 63-55. Kemenangan tersebut memastikan UKSW menjadi lawan Perbanas pada laga perebutan gelar juara sektor putra.

Partai final Campus League 2026 - Basketball The Nationals Season 1 pun dipastikan menghadirkan dua duel bergengsi. Pada kategori putri, Soegijapranata Catholic University akan berhadapan dengan Universitas Surabaya. Sedangkan di kategori putra, Institut Perbanas Jakarta akan menantang Universitas Kristen Satya Wacana untuk memperebutkan status kampiun nasional.

Sebagai kompetisi olahraga mahasiswa yang mengusung tiga pilar utama, yakni Athleticism, Academics, dan Affinity, Campus League terus berupaya menjadi wadah pengembangan atlet muda sekaligus memperkuat budaya olahraga di lingkungan perguruan tinggi. 

Kehadiran tim-tim terbaik dari berbagai daerah menunjukkan bahwa ekosistem olahraga kampus Indonesia semakin kompetitif dan mampu melahirkan talenta-talenta potensial untuk masa depan olahraga nasional.