SPORT

Veddriq Leonardo Pede Rebut Emas Panjat Tebing di Asian Games 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo. Foto: istimewa
Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo. Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA – Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, menatap optimistis persaingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu membidik podium tertinggi dan berharap mampu kembali menyumbangkan emas untuk Indonesia.

Optimisme tersebut disampaikan Veddriq usai acara pengukuhan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).

“Kalau secara pribadi saya masih optimistis bisa mengamankan medali emas. Saya harap nanti bisa memberikan penampilan terbaik dan muaranya bisa mendapatkan medali emas,” kata Veddriq.


Menghadapi Asian Games 2026, Veddriq tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Pengalaman tampil di ajang multi-event sebelumnya juga akan dimanfaatkan untuk membantu para atlet junior yang menjadi bagian dari kontingen Indonesia.

Menurutnya, dukungan dan komunikasi antarpemain menjadi modal penting untuk menjaga mental sekaligus meningkatkan performa ketika bertanding.

“Ya pasti lah, karena memang ini kan sudah bukan Asian Games pertama saya. Yang pasti untuk adik-adik saya nanti juga pasti kita bahu-membahu saling memberi kekuatan, baik secara mental maupun pengalaman,” ujarnya.

“Nanti kita bisa saling sharing, dan juga semoga dengan hal tersebut bisa membantu buat performa saya dan juga teman-teman,” imbuhnya.

Meski optimistis, Veddriq menyadari persaingan di nomor speed putra tidak akan mudah. Salah satu lawan yang mendapat perhatian khusus adalah atlet dari Tiongkok yang memiliki catatan waktu cukup dekat dengan para pemanjat Indonesia.

“Kalau untuk catatan waktu saat ini, kalau yang untuk bertanding di Asian Games yang mewakili Cina itu salah satu kompetitor terbesar kita. Untuk catatan waktu dia masih tipis-tipis sama dengan kita,” jelas Veddriq.

Kondisi tersebut membuat Veddriq menilai peluang Indonesia tetap terbuka lebar. Namun, ia menyadari hasil akhir sangat ditentukan oleh performa pada hari pertandingan.

“Jadi untuk hasil nanti ya kita lihat saja bagaimana hasil pertandingan. Peluangnya, peluang tetap ada,” katanya.


Veddriq juga menegaskan dirinya tidak ingin terlalu terbebani dengan status sebagai salah satu kandidat peraih emas. Baginya, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari persaingan, sehingga persiapan maksimal harus berjalan beriringan dengan keyakinan dan doa.

“Ya, peluang masih peluang, karena kan kita berbicara tentang probabilitas. Yang pasti menang dan kalah itu ya berimbang terjadi. Tinggal kita usaha dan doanya saja bagaimana nanti,” pungkasnya.