EKBIS
Danantara Dukung Bali jadi Pusat Finansial Internasional, Targetkan Tarik Investasi Global
Pemerintah mematangkan rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan harapan kawasan tersebut berkembang menjadi pusat keuangan berstandar global yang dapat bersaing dengan pusat-pusat finansial dunia.
apakabar.co.id, JAKARTA - Pemerintah terus mematangkan rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Melalui Danantara, berbagai persiapan mulai dilakukan agar kawasan tersebut mampu berkembang menjadi pusat keuangan berstandar global yang dapat bersaing dengan pusat-pusat finansial dunia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, mengatakan PFII bukan hanya proyek pembangunan kawasan bisnis. Menurutnya, tujuan yang lebih besar adalah membangun kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang memiliki ekosistem keuangan yang kuat dan kompetitif.
"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia," ujar Dony di Jakarta, Rabu.
Menurut Dony, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan dalam pengembangan PFII. Kawasan keuangan yang berada di Uni Emirat Arab itu dinilai berhasil mengubah Dubai menjadi salah satu pusat keuangan paling penting di dunia.
Keberhasilan DIFC didukung oleh berbagai kebijakan yang menarik bagi pelaku usaha dan investor. Salah satunya adalah pemberian insentif pajak korporasi hingga nol persen selama 40 tahun.
Selain itu, kawasan tersebut menjadi tempat beroperasinya lebih dari 50.000 tenaga profesional dari berbagai negara dan dikenal sebagai Wall Street of MEASA yang mencakup kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.
Pemerintah berharap pengalaman sukses Dubai dapat menjadi inspirasi dalam membangun PFII di Bali. Dengan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari pusat keuangan global, Indonesia diharapkan mampu menciptakan lingkungan investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi perusahaan maupun lembaga keuangan internasional.
Keberadaan PFII juga diharapkan memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional. Selain menarik investasi asing, kawasan tersebut diproyeksikan mampu memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam sistem keuangan internasional.
Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Danantara telah menggelar rapat koordinasi pada Selasa (14/7). Rapat dipimpin langsung oleh Dony Oskaria bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara.
Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis yang diperlukan agar pengembangan PFII berjalan sesuai rencana. Fokus pembahasan meliputi strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan yang memenuhi standar internasional, hingga optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pembangunan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung kawasan finansial tersebut.
Menurut Dony, keberhasilan sebuah pusat keuangan internasional tidak hanya ditentukan oleh gedung-gedung modern atau fasilitas fisik. Yang jauh lebih penting adalah terciptanya ekosistem yang mampu memberikan kepastian hukum, kemudahan berusaha, layanan keuangan yang efisien, serta daya tarik bagi investor global.
Karena itu, Danantara berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan berbagai aspek yang dibutuhkan agar PFII dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan keuangan berskala internasional.
"Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Dony.
Pemilihan Bali sebagai lokasi PFII juga dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Selain telah dikenal sebagai destinasi wisata dunia, Bali memiliki citra internasional yang kuat, konektivitas yang baik, serta menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai forum ekonomi dan bisnis berskala global.
"Faktor-faktor tersebut menjadi nilai tambah dalam menarik perhatian investor dan perusahaan internasional," paparnya.
Pemerintah optimistis sinergi antara Danantara, kementerian terkait, serta berbagai pemangku kepentingan akan mempercepat terwujudnya PFII. Jika berhasil dikembangkan, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat layanan keuangan, tetapi juga menjadi simbol transformasi ekonomi Indonesia menuju negara yang lebih kompetitif di tingkat global.
Ke depan, PFII di Bali diharapkan menjadi magnet baru bagi arus investasi internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan di kawasan Asia. Dengan semakin besarnya investasi yang masuk, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat meningkat, lapangan kerja bertambah, dan sektor keuangan Indonesia menjadi lebih modern, inklusif, serta berkelanjutan.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK