EKBIS

Bahlil Klaim Penerapan B50 Tekan Impor Minyak jadi 700 Barel per Hari

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menanggapi pertanyaan awak media di sela CNBC Indonesia Energy Forum di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: ANTARA
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menanggapi pertanyaan awak media di sela CNBC Indonesia Energy Forum di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan penerapan mandatori biodiesel B50 memangkas impor minyak dari yang semula di kisaran 1 juta barel per hari menjadi 700–750 barel per hari.

“Kita konversi B50 itu, kita mampu memotong impor kita itu hampir 250–300 ribu barel per hari,” ujar Bahlil dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa.

Bahlil menjelaskan Indonesia mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, lifting minyak Indonesia berada di kisaran 600–615 barel per hari.
Dengan demikian, rata-rata impor minyak Indonesia berada di kisaran 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

“Maka kemudian, perlahan-lahan kita geser dari fosil ke energi alternatif. Kemarin kita lakukan peresmian B50,” ucap Bahlil.

Bahlil menjelaskan konsumsi solar atau bahan bakar diesel di Indonesia berada di kisaran 39 juta KL per tahun. Dengan memakai B50, Indonesia memangkas impor minyak kurang lebih sekitar 250 ribu–300 ribu barel per hari.

“Jadi sekarang, impor minyak total itu masih ada kurang lebih sekitar 700–750 ribu barel per hari, dari selisih 1 juta barel itu,” kata Bahlil.