NEWS

Basarnas Lanjutkan Evakuasi Medis Luka Korban Berat Gempa NTT

Pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: ANTARA
Pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Basarnas melanjutkan evakuasi medis terhadap dua orang korban bencana gempa bumi yang mengalami luka berat dan membutuhkan segera penanganan medis di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan helikopter.  

Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso mengatakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ milik Basarnas pagi ini berhasil mendarat untuk menjemput para korban di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.   

"Mereka dua lansia yang mengalami cedera berat berdasarkan pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan yang bertugas di lokasi," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8).
Basarnas mengkonfirmasi korban pertama merupakan seorang laki-laki berusia 81 tahun yang diduga mengalami cedera tulang belakang, sedangkan korban kedua adalah perempuan berusia 71 tahun dengan dugaan patah tulang dasar tengkorak.

Adapun kedua korban tersebut sebelumnya dievakuasi dari pengungsian ke posko terpadu terdekat dari wilayah desa mereka, Kamis (20/8) oleh personel dari Kantor SAR Maumere dan unsur SAR lainnya.  

Namun karena kendala teknis di lapangan dan mempertimbangkan keselamatan bersama maka proses evakuasi kedua korban dari Lamba Leda ke Labuan Bajo yang hanya memungkinkan menggunakan helikopter itu baru bisa dilanjutkan hari ini.  

"Kedua penyintas tersebut akan diterbangkan menuju Bandara Komodo dan langsung dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan medis intensif," kata Edy, yang memimpin langsung pelaksanaan evakuasi medis tersebut dari Manggarai Timur.  
Selain itu, dia juga memastikan bahwa seluruh personel Basarnas masih akan bersiaga di NTT untuk memberikan pertolongan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pendistribusian bantuan berupa logistik kebutuhan pokok maupun perlengkapan pengungsian ke daerah-daerah terdampak.  

"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," kata Edy.