NEWS
Ratusan Dapur MBG Resmi Ditutup, Kalimantan Terbanyak
Dari 833 dapur yang dihentikan operasionalnya karena pelanggaran standar, wilayah Kalimantan menjadi kawasan dengan jumlah penutupan terbanyak.
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah Indonesia setelah ditemukan pelanggaran standar operasional.
Wilayah Kalimantan menjadi kawasan dengan jumlah penutupan terbesar. Sebanyak 424 dapur yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua dihentikan operasionalnya.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan 311 dapur di Jawa dan Madura serta 98 dapur di Sumatera yang juga dikenai sanksi serupa.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan keputusan penutupan diambil setelah evaluasi menemukan berbagai pelanggaran yang berpotensi mengganggu kualitas layanan program makan bergizi.
"Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/7).
Menurut dia, dapur yang ditutup terbukti melanggar standar yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari persoalan kebersihan makanan hingga sarana pendukung yang tidak memenuhi syarat.
Pelanggaran tersebut meliputi makanan yang tidak higienis, kualitas menu yang tidak sesuai standar, adanya kasus keracunan makanan, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi ketentuan.
"Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Dulu di-suspend, tapi tetap dibayar. Kalau sekarang ditutup, tidak dibayar, karena pelanggaran," tegasnya.
Selain menghentikan operasional ratusan dapur, BGN juga melakukan penindakan terhadap personel yang terlibat dalam pengelolaan program tersebut.
Sebanyak 261 pegawai non-ASN diberhentikan, terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.
Di sisi lain, sembilan aparatur sipil negara (ASN) dikenai hukuman disiplin berat dan berpotensi diberhentikan. Sebanyak 39 ASN lainnya dijatuhi sanksi disiplin ringan berupa mutasi, demosi, hingga teguran administratif.
"Kami menemukan sembilan ASN melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemberhentiannya," ujar Sudaryono.
Bagi Kalimantan, keputusan ini menjadi perhatian tersendiri mengingat wilayah tersebut masuk dalam kawasan dengan jumlah dapur yang paling banyak terkena penertiban. Namun BGN belum merinci berapa jumlah dapur yang ditutup di masing-masing provinsi, termasuk Kalimantan Timur.
Sudaryono menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan internal sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan awalnya.
"Penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu baik," katanya.
BGN juga memastikan pengawasan akan diperketat dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta masyarakat untuk mengawasi kualitas menu, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR