EKBIS
Konflik Geopolitik Berpotensi Picu Ganggu Bahan Baku Industri
apakabar.co.id, JAKARTA - Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) mengungkapkan eskalasi geopolitik global secara langsung turut mengganggu pasokan energi maupun bahan baku industri. Situasi tersebut berpotensi dapat meningkatkan biaya produksi sekaligus menekan produktivitas sektor manufaktur.
Karena itu, diperlukan mitigasi kebijakan untuk memastikan ketersediaan energi bagi industri, termasuk gas industri, serta langkah-langkah untuk menekan struktur biaya produksi seperti evaluasi bea masuk bahan baku dan bahan penolong menjadi penting untuk dirumuskan kementerian dan lembaga terkait.
“Hal itu guna menjaga efisiensi dan daya saing industri nasional di tengah tekanan global,” kata Direktur Kebijakan dan Program Prasasti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4).
Di pasar keuangan, kata Piter, kombinasi kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar, serta tekanan fiskal harus diantisipasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Menurutnya, dalam situasi ketidakpastian global yang meningkat, koordinasi kebijakan antara otoritas ekonomi menjadi semakin penting. Kebijakan dari Bank Indonesia, OJK, serta Kementerian Keuangan ditunggu dunia usaha dan pelaku pasar untuk menjaga stabilitas sistem keuangan ke depan.
Lebih lanjut, kata Piter, kebijakan pemerintah yang menahan penyesuaian harga BBM merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Namun keberlanjutan kebijakan tersebut bergantung pada perkembangan harga minyak dunia.
“Apabila kenaikan harga minyak berlangsung hingga akhir tahun, akan semakin sulit menahan harga BBM tidak naik. Oleh karena itu masyarakat dan pelaku bisnis perlu memahami bahwa penyesuaian harga energi dalam kondisi tertentu merupakan bagian dari respons kebijakan yang wajar, selama diikuti dengan kompensasi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY