OTOTEKNO
Waspadai Radiator Rusak, Kenali Tanda dan Cara Mencegah Mesin Overheat
apakabar.co.id, JAKARTA - Di tengah cuaca yang makin tidak menentu, menjaga suhu mesin tetap stabil menjadi hal penting bagi setiap pemilik kendaraan.
Salah satu komponen yang memegang peran utama adalah radiator, yang bekerja menjaga panas mesin agar tidak berlebihan.
Melalui edukasi dari Auto2000, pengendara diingatkan bahwa gangguan pada radiator bisa berujung pada masalah serius seperti mesin overheat.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga berpotensi merusak komponen mesin jika tidak segera ditangani.
Radiator sendiri bekerja dengan cara mengalirkan cairan pendingin ke dalam mesin untuk menyerap panas, lalu membuangnya ke udara melalui kisi-kisi radiator.
Proses ini berlangsung terus-menerus selama mesin hidup. Namun, ketika salah satu bagian dari sistem ini terganggu, kemampuan pendinginan akan menurun drastis.
Menurut Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, banyak kasus kerusakan radiator berawal dari hal sederhana yang sering diabaikan, seperti penggunaan cairan pendingin yang tidak sesuai atau jarangnya melakukan perawatan berkala.
“Salah satu penyebab umum adalah radiator yang kotor atau tersumbat. Endapan kotoran di dalam saluran pendingin dapat menghambat aliran cairan, sehingga panas tidak dapat dibuang dengan optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/4).
Selain itu, kerusakan pada komponen lain seperti water pump atau thermostat juga dapat mengganggu sirkulasi cairan pendingin, yang akhirnya memicu kenaikan suhu mesin.
Pengendara sebenarnya bisa mengenali tanda-tanda awal kerusakan radiator sebelum kondisinya semakin parah. Misalnya, ketika cairan pendingin cepat habis tanpa sebab yang jelas, muncul tetesan air di bawah mobil saat parkir, atau terlihat adanya karat pada bagian radiator. Bahkan, tutup radiator yang berlumpur bisa menjadi indikasi bahwa sistem pendingin sudah kotor dan perlu segera dibersihkan.
Tanda yang paling mudah dikenali adalah ketika indikator suhu mesin di panel instrumen mulai naik di atas normal. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera menepi dan memeriksa kondisi radiator serta cairan pendingin untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Perawatan sederhana seperti rutin mengganti cairan radiator dengan spesifikasi yang tepat dapat membantu menjaga sistem pendingin tetap bekerja optimal. Selain itu, pemeriksaan berkala di bengkel resmi juga penting untuk memastikan seluruh komponen, termasuk water pump dan thermostat, berada dalam kondisi baik.
Auto2000 juga mengingatkan bahwa penggunaan cairan radiator yang sesuai standar pabrikan sangat penting, terutama untuk kendaraan modern termasuk hybrid. Dengan perawatan yang tepat, risiko overheat dapat diminimalkan, sehingga performa mesin tetap terjaga dan perjalanan pun lebih aman serta nyaman.
Pada akhirnya, memahami tanda-tanda kerusakan radiator bukan hanya soal perawatan, tetapi juga langkah preventif untuk menghindari kerusakan besar yang bisa memakan biaya tinggi.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH