ADVERTORIAL

Tapin Bangun Koperasi Merah Putih

Bupati Tapin Yamani menghadiri sekaligus memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan gerai koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa (20/01/2026). Foto : istimewa
Bupati Tapin Yamani menghadiri sekaligus memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan gerai koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa (20/01/2026). Foto : istimewa
apakabar.co.id, TAPIN - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, percepat pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai strategi memperkuat ekonomi berbasis desa dengan fokus utama pada penyelesaian persoalan lahan yang masih menjadi kendala.

Bupati Tapin Yamani mengatakan, pengembangan gerai KMP menjadi instrumen penting guna memperluas akses usaha masyarakat desa serta memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.“Penguatan koperasi di desa harus dipercepat karena langsung berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Yamani, Selasa (20/1/2026). 

Ia menjelaskan, Pemkab Tapin membuka ruang bagi desa dan kelurahan yang belum memiliki lahan agar dapat memanfaatkan Dana Desa untuk pembelian tanah, dengan pendampingan dan fasilitasi dari Pemkab Tapin.

Menurut Yamani, kesiapan lahan menjadi faktor penentu keberhasilan program Koperasi Merah Putih, sehingga diperlukan sinergi aktif antara pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah provinsi.

Sementara itu, Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menyebutkan, dari total 135 desa dan kelurahan di Tapin, baru 25 lokasi yang masuk tahap pembangunan gerai koperasi.

“Sebagian besar masih terkendala ketersediaan dan kelayakan lahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 36 desa belum memiliki lahan, 43 desa memiliki lahan namun tidak memenuhi standar luas, serta 10 desa masih membutuhkan pematangan lahan.

"Selain itu, enam desa menghadapi kendala administrasi, sementara 15 desa memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah," ungkap Dimas.

Dari sisi progres fisik, kata dia, pembangunan tertinggi tercatat di Desa Ayunan Papan, Kecamatan Lokpaikat, yang mencapai 39,03 persen.

"Di Kecamatan Salam Babaris, Desa Kambang Habang Lama dan Desa Kambang Habang Baru masing-masing mencapai 25,61 persen dan 21,77 persen," katanya

Dimas mengatakan, sejumlah desa di Kecamatan Hatungun, Binuang, dan Candi Laras Utara masih berada di bawah 10 persen, bahkan beberapa baru memulai pekerjaan awal.

Dimas mengungkapkan, percepatan pembangunan gerai koperasi sangat bergantung pada langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu penyediaan dan penataan lahan agar target penguatan ekonomi desa dapat segera terealisasi.