SPORT
Tangerang dan Semarang Buka MilkLife Soccer Challenge 2026-2027
apakabar.co.id, JAKARTA – Kompetisi sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026-2027 resmi bergulir. Seri pertama musim ini dibuka secara bersamaan di Tangerang dan Semarang pada 1-6 September 2026.
Di Tangerang, SDN Pinang 3 keluar sebagai juara Kelompok Usia (KU) 10, sedangkan SDN Kunciran 8 menjadi kampiun KU 12. Sementara di Semarang, SDN Kembangarum 2 Semarang meraih gelar juara KU 10 dan MI Pagersari-Patean menjadi yang terbaik di KU 12.
Kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti ribuan pesepak bola putri dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Seri 1 Tangerang diikuti 1.037 atlet dari 57 SD dan MI, sedangkan Semarang melibatkan 1.091 atlet dari 63 SD dan MI.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MLSC menjadi bukti komitmen dalam memperluas pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput.
Apalagi, musim 2026-2027 menghadirkan tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura. Penambahan tersebut diharapkan semakin membuka kesempatan bagi anak-anak perempuan untuk mengenal, mencintai, dan berkompetisi dalam sepak bola.
“Yang paling menggembirakan adalah kita bisa melihat karakter pemain yang semakin beragam dari seri-seri sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan kita tidak kekurangan supply pemain dari level grassroot,” kata Teddy.
Menurut Teddy, semakin banyaknya anak perempuan yang mendapatkan kesempatan bermain secara rutin menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia. Dari kompetisi seperti MLSC, talenta-talenta potensial diharapkan dapat terus berkembang hingga ke level yang lebih tinggi.
“Target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035,” ujarnya.
Juara dari Tangerang dan Semarang
Di Tangerang, SDN Pinang 3 harus melewati drama adu penalti untuk merebut gelar KU 10. Setelah bermain imbang tanpa gol pada waktu normal, mereka mengalahkan SDN Cipulir 03 dengan skor 2-1 melalui adu penalti.
Kiper SDN Pinang 3, Shofiauliya Ferdian, tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tiga tendangan lawan. Ia juga berhasil mencetak satu gol dalam drama tersebut dan kemudian dinobatkan sebagai Best Goalkeeper KU 10.
Sementara itu, SDN Kunciran 8 tampil sebagai juara KU 12 setelah mengalahkan SDN Kunciran 4 B dengan skor 3-1.
Revalia Safitri menjadi bintang kemenangan SDN Kunciran 8 setelah mencetak dua gol melalui tembakan jarak jauh. Penampilan apik tersebut juga membuatnya dinobatkan sebagai Best Player KU 12.
“Pertama-tama yang pasti senang dan bersyukur, juga ada terharunya dan bangga sama teman-teman. Soalnya ini kemenangan pertama di MilkLife Soccer Challenge,” ujar Revalia.
Dari Semarang, SDN Kembangarum 2 Semarang meraih gelar juara KU 10 setelah mengalahkan SDN Brumbungan di partai final. Sementara MI Pagersari-Patean menjadi kampiun KU 12 setelah menundukkan SDN Karangsono 2 Mranggen.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain usia dini.
Menurutnya, kemampuan pemain tidak cukup dinilai dari satu pertandingan. Pemain membutuhkan kesempatan bertanding secara rutin agar perkembangan teknik, pengambilan keputusan, pemahaman permainan, serta mental bertanding dapat terlihat secara lebih menyeluruh.
“Pemain tidak harus langsung menjadi sempurna, tetapi perlu ruang untuk terus belajar dan menghadapi tantangan baru,” ujar Timo.
Timo menambahkan, ekosistem kompetisi sepak bola putri saat ini semakin berkembang. Sejumlah turnamen lanjutan seperti Hydroplus Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga JSSL 7’s Singapore turut memberikan pengalaman bertanding dengan level dan tantangan berbeda bagi para pemain muda.
“Dari proses ini, pemain bukan hanya berkembang sebagai pesepakbola, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan untuk menghadapi perjalanan yang lebih panjang,” katanya.
Selain pertandingan tujuh lawan tujuh untuk KU 10 dan KU 12, MLSC 2026-2027 juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Tangerang, festival tersebut diikuti 75 siswi dari 22 SD dan MI, sedangkan Semarang diikuti 83 peserta dari 18 SD dan MI.
MLSC 2026-2027 masih menerapkan format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Babak penyisihan hingga perempat final berlangsung 2 x 10 menit, sedangkan semifinal dan final dimainkan 2 x 15 menit.
Setelah Tangerang dan Semarang, Seri 1 MLSC 2026-2027 berlanjut ke Jakarta Raya (Jakarta Timur) dan Yogyakarta pada 15-20 September 2026.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR