EKBIS
Celios Yakin Investasi Pertanian-Manufaktur Pacu Serapan Tenaga Kerja
apakabar.co.id, JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai investasi pada sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan/manufaktur perlu menjadi prioritas guna meningkatkan serapan tenaga kerja di tengah pencapaian target investasi nasional.
Hal tersebut dapat tercapai bila pemerintah tidak hanya mengejar besaran nominal investasi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja secara optimal. Idealnya, setiap Rp1 triliun investasi mampu menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja secara langsung. Oleh karena itu, investasi padat karya dinilai harus menjadi fokus pemerintah.
“Idealnya bisa mencapai 1:4.500 atau setiap Rp1 triliun investasi langsung mampu menyerap 4.500 orang tenaga kerja. Investasi padat karya di sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan yang harus jadi prioritas,” kata Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira di Jakarta, Senin (18/5).
Bhima menekankan pentingnya pemulihan dan penguatan kepercayaan investor melalui perbaikan tata kelola ekonomi dan kepastian hukum. Menurut dia, aspek kepercayaan menjadi faktor penting untuk menjaga minat investasi, terutama di tengah sorotan pelaku usaha global terhadap kepastian regulasi.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik.
“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen,” kata Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat (8/5).
Rosan mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31-32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.
Ia menjelaskan konsumsi domestik masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan investasi menjadi kontributor terbesar kedua.
Menurut Rosan, target investasi nasional pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Adapun pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sekaligus menyerap 706.569 tenaga kerja.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY