EKBIS
ASDP Kerahkan Dua Armada Bantu Pemulihan Pascagempa NTT
apakabar.co.id, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan dua armada kapal untuk mendukung pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan menuju wilayah terdampak.
"Di NTT, konektivitas laut menjadi salah satu jalur penting untuk memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat terdampak gempa," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8).
Dia menyampaikan pihaknya mengerahkan dua armada tangguh, yakni KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape, yang dikerahkan untuk mendukung penanganan dan pemulihan pascagempa di NTT.
Ia menuturkan keduanya membawa dukungan yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan, namun memiliki tujuan yang sama yaitu membantu mempercepat masyarakat dan wilayah terdampak untuk kembali bangkit.
"Sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan, mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana melalui kedua armada tersebut tidak dipungut biaya," ujarnya.
Dukungan itu merupakan bentuk komitmen perusahaan BUMN sektor penyeberangan itu untuk membantu memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat bergerak cepat menuju masyarakat terdampak.
Sebelumnya, pada Selasa (18/8), KMP Ile Ape diberangkatkan dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, menuju Palue, Kabupaten Sikka. Kapal membawa personel Polres Sikka, tenaga medis, kendaraan, serta alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan material akibat bencana.
Heru menuturkan, dalam situasi darurat, konektivitas penyeberangan memiliki peran strategis karena memungkinkan personel, tenaga medis, peralatan, dan sumber daya bergerak menuju wilayah yang membutuhkan dukungan.
ASDP berkomitmen mendukung penanganan bencana di NTT melalui konektivitas penyeberangan yang dimiliki. Mobilisasi personel, tenaga medis, maupun alat berat menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
KMP Ile Ape bertolak dari Kewapante pada pukul 17.30 WITA dan tiba di Palue pada pukul 22.25 WITA. Pelayaran tersebut membawa 35 penumpang dewasa, terdiri atas anggota Polres Sikka, termasuk lima dokter, serta kendaraan dan peralatan pendukung penanganan bencana.
Adapun muatan yang dibawa meliputi enam unit kendaraan Golongan II R-2, tiga unit kendaraan Golongan IV Barang R-4, serta dua unit alat berat ekskavator Golongan IX. Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan material di wilayah terdampak bencana di Palue, Kabupaten Sikka.
Sebelumnya, KMP Ile Labalekan juga telah dikerahkan untuk mendukung mobilisasi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Kehadiran kedua armada tersebut memperkuat peran ASDP dalam memastikan kebutuhan penanganan bencana dapat bergerak melalui jalur penyeberangan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan dukungan kemanusiaan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional.
“KMP Ile Ape diberangkatkan setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait dan memperoleh izin operasi dari KSOP setempat. Kondisi kapal dan seluruh crew juga dalam keadaan baik dan sehat,” jelas Windy.
Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat, dan instansi terkait untuk mendukung kebutuhan mobilisasi bantuan di wilayah NTT.
Dukungan dilakukan melalui armada, fasilitas kepelabuhanan, dan konektivitas penyeberangan agar sumber daya yang dibutuhkan dapat bergerak lebih cepat menuju masyarakat terdampak.
Dalam situasi bencana, tambah Windy, konektivitas menjadi jalur hadirnya pertolongan, membawa manusia untuk membantu, membawa peralatan untuk memulihkan, dan menghadirkan harapan agar masyarakat NTT dapat segera bangkit.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY