NEWS

Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jakarta, Belum Hilang dari Kalimantan

Sebaran asap masih terpantau di sebagian besar Kalimantan di tengah tingginya jumlah titik panas.
Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di kawasan Jakarta, Selasa (8/9/2026). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 10.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta mencapai angka 166 dan diprediksi semak
Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di kawasan Jakarta, Selasa (8/9/2026). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 10.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta mencapai angka 166 dan diprediksi semak
apakabar.co.id, JAKARTA - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, mulai bergerak menjauh pada Sabtu (17/10/2026). Namun, asap masih terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan dan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan hasil pemantauan citra satelit pada Jumat (16/10) menunjukkan asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat. Meski demikian, sebaran tersebut berlangsung sesaat dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.

Pemantauan pada Sabtu pagi hingga siang memperlihatkan sebaran asap bergeser menjauh secara bertahap akibat pergerakan angin yang melemah.

“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing,” kata Guswanto.

Ia menegaskan keberadaan asap di lapisan atas atmosfer tidak selalu memicu peningkatan konsentrasi polutan di permukaan.
Meski sebaran asap mulai menjauh, kualitas udara di sejumlah titik Jakarta masih perlu diwaspadai. Berdasarkan pengukuran di Kemayoran, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat berkisar 46,7 hingga 109,7 mikrogram per meter kubik, masuk kategori sedang hingga tidak sehat.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup juga menunjukkan kondisi yang bervariasi. Di Marunda, indeks tercatat 49 atau kategori baik, sedangkan Tanah Abang berada pada angka 60 atau kategori sedang.

Sementara itu, Kelapa Gading mencatat indeks 103, Menteng 116, dan Kebun Jeruk 120. Ketiga wilayah tersebut masuk kategori tidak sehat.

Asap Masih Terpantau di Kalimantan

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan sebaran asap karhutla masih terpantau di sebagian besar Sumatera dan Kalimantan, wilayah Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Maluku, serta Papua.

Kondisi tersebut berkaitan dengan masih tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 16 Oktober 2026. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 189 titik panas.

Data tersebut menunjukkan perbedaan kondisi sebaran asap di wilayah Indonesia. Ketika asap mulai bergeser menjauh dari Jawa bagian barat, sebagian besar Kalimantan masih terpantau mengalami sebaran asap karhutla.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan kualitas udara dan informasi resmi terkait kondisi cuaca serta sebaran asap.