OTOTEKNO
Penjualan Suzuki Naik 64 Persen di Februari 2026, Ditopang Segmen Niaga dan Lebaran
apakabar.co.id, JAKARTA - Suzuki mencatat lonjakan penjualan ritel sebesar 64 persen pada Februari 2026.
Pencapaian ini didorong faktor musiman jelang Ramadan dan Lebaran serta meningkatnya permintaan kendaraan niaga.
Selain itu, pertumbuhan permintaan dari sektor fleet turut berkontribusi besar terhadap peningkatan penjualan.
Kebutuhan kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas bisnis dan logistik menjadi salah satu pendorong utama segmen ini.
Kenaikan penjualan ini menjadi sinyal positif bagi pasar otomotif nasional di awal 2026.
Dari sisi kontribusi model, New Carry menjadi penyumbang terbesar dengan porsi hingga 64 persen terhadap total penjualan.
Sementara, model lain seperti XL7 dan Fronx masing-masing berkontribusi sebesar 13 persen.
Kemudian model lainnya menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan Suzuki di periode tersebut.
Secara keseluruhan, kendaraan penumpang dan komersial memberikan kontribusi dominan hingga 95 persen terhadap total penjualan domestik.
Jika dirinci, segmen kendaraan komersial mendominasi dengan porsi 64 persen, sementara passenger car menyumbang 36 persen.
Dari sisi teknologi, kendaraan hybrid kini semakin diminati dengan kontribusi sebesar 55 persen dibandingkan non-hybrid yang berada di angka 45 persen.
Hal ini menunjukkan tren elektrifikasi mulai diterima pasar meskipun kendaraan konvensional masih memiliki peran penting.
Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Saputra, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus meningkat terhadap produk Suzuki.
“Pencapaian pertumbuhan sebesar 64 persen di bulan Februari ini merupakan sinyal positif atas kepercayaan masyarakat yang terus menguat,” ujar Dony di Jakarta baru-baru ini.
Ia menambahkan bahwa Suzuki akan terus menghadirkan solusi mobilitas yang andal dan efisien guna mendukung kebutuhan transportasi harian maupun bisnis pelanggan.
“Fokus pada produk yang memberikan nilai tambah akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan di sepanjang 2026,” tuturnya.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH