LIFESTYLE

Ribuan Pelari Mangkunegaran Run 2026 Ikut Selamatkan Gajah Sumatera, 5.000 Pohon Siap Ditanam di Bukit Tigapuluh

Sejak Jumat (8/5) pagi, kawasan Pura Mangkunegaran dipadati ribuan peserta yang mengikuti kategori lari 5K, 10K, hingga Half Marathon. Namun di balik riuh sorak penonton dan semangat para pelari menuju garis akhir, tersimpan pesan yang lebih besar tentang keberlanjutan lingkungan.
Salah satu cheering point diramaikan dengan nuansa gajah, melibatkan penari bertopeng gajah yang sukses membakar semangat para pelari. Foto: Istimewa untuk apakabar.co.id
Salah satu cheering point diramaikan dengan nuansa gajah, melibatkan penari bertopeng gajah yang sukses membakar semangat para pelari. Foto: Istimewa untuk apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA - Suasana berbeda sangat terasa di ajang Mangkunegaran Run 2026 yang digelar dalam rangka perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269. Tidak hanya dipenuhi semangat olahraga dan nuansa budaya Jawa, ribuan pelari tahun ini juga diajak terlibat dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan dan habitat gajah Sumatera.

Lewat kampanye Move for Elephants, Permata Bank mengintegrasikan gerakan hidup sehat dengan upaya konservasi alam. Setiap langkah para pelari di Mangkunegaran Run 2026 dikonversikan menjadi kontribusi untuk penghijauan kawasan Bukit Tigapuluh di Jambi, habitat penting bagi gajah Sumatera yang kini terancam punah.

Sejak Jumat (8/5) pagi, kawasan Pura Mangkunegaran dipadati ribuan peserta yang mengikuti kategori lari 5K, 10K, hingga Half Marathon. Namun di balik riuh sorak penonton dan semangat para pelari menuju garis akhir, tersimpan pesan yang lebih besar tentang keberlanjutan lingkungan.

Hasil perhitungan estimasi emisi karbon terhindarkan dari seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan lomba kemudian dikonversikan menjadi penanaman pohon di sejumlah titik gundul di kawasan Bukit Tigapuluh.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengungkapkan pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas makna Mangkunegaran Run, bukan sekadar ajang olahraga dan budaya, tetapi juga bentuk kontribusi bersama untuk menjaga ekosistem.

“Kami berharap pendekatan ini memperluas makna Mangkunegaran Run 2026 sebagai pengalaman budaya dan olahraga, sekaligus kontribusi kolektif dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan untuk ekosistem Bukit Tigapuluh yang merupakan rumah bersama bagi gajah Sumatera dan masyarakat setempat, khususnya Suku Talang Mamak,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Bagi gajah Sumatera, Bukit Tigapuluh merupakan salah satu bentang alam penting yang menjadi wilayah jelajah sekaligus habitat alami mereka. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut menghadapi tekanan akibat kerusakan hutan dan berkurangnya area hijau.

Karena itu, langkah penghijauan dinilai penting untuk membantu memulihkan ekosistem sekaligus menjaga ruang hidup satwa liar yang semakin menyempit.

Permata Bank sendiri telah menjadikan pelestarian ekosistem Bukit Tigapuluh sebagai bagian dari program Corporate Social & Environmental Responsibility (CSER) sejak 2024 melalui kolaborasi bersama WWF-Indonesia.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari Pura Mangkunegaran. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X menyebut setiap perayaan Adeging Mangkunegaran selalu diupayakan tetap relevan dengan perkembangan zaman, termasuk menghadirkan inisiatif yang membawa dampak positif bagi lingkungan.

"Setiap tahun, Adeging Mangkunegaran terlaksana sebagai bentuk semangat dan rasa syukur terhadap kebudayaan yang terus berkembang dan relevan terhadap zaman. Kami sangat mengapresiasi langkah kebaikan seperti inisiatif Move for Elephants ini, apalagi bisa memberikan dampak bagi penyelamatan habitat gajah Sumatera,” katanya.

Nuansa kampanye penyelamatan gajah juga terasa kuat sepanjang rangkaian acara. Pada area Race Pack Collection (RPC), peserta disambut booth Move for Elephants yang menyediakan photobooth bertema gajah lengkap dengan berbagai atribut menarik.

Para pelari juga bisa memasang stiker heat press gratis pada jersey mereka sebagai simbol dukungan terhadap konservasi gajah Sumatera. Beragam merchandise turut dibagikan untuk menambah antusiasme peserta.

Kemeriahan semakin terasa ketika sejumlah penari bertopeng gajah tampil di salah satu titik cheering. Dengan iringan musik angklung dan perkusi, mereka menari menyambut para pelari yang melintas menuju garis akhir.

Banyak peserta terlihat berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut. Tidak sedikit pula yang mengaku baru menyadari bahwa langkah mereka dalam lomba ternyata ikut berkontribusi pada upaya penghijauan habitat gajah Sumatera.

CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menjelaskan pelestarian lingkungan memang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat umum.

“Kami mengapresiasi Permata Bank dalam mengintegrasikan kampanye Move for Elephants melalui penyelenggaraan Mangkunegaran Run kali ini. Kami berharap ini  menjadi awal dari semakin luasnya kolaborasi banyak pihak untuk menjaga wilayah jelajah gajah Sumatera di ekosistem Bukit Tigapuluh,” ujarnya.

Berdasarkan kalkulasi Katadata Green bersama Jejakin, Mangkunegaran Run 2026 berhasil mengumpulkan estimasi 6.704 CO2e karbon terhindarkan dari partisipasi sekitar 7.700 pelari.

Sebagai simbol komitmen penghijauan, pada puncak acara Permata Bank dan Pura Mangkunegaran menyerahkan tunas pohon kepada WWF-Indonesia. Tunas tersebut menjadi bagian dari program penanaman 5.000 pohon untuk membantu mengembalikan hijaunya ekosistem Bukit Tigapuluh, rumah bagi gajah Sumatera dan berbagai satwa lainnya.