LIFESTYLE
Mengenang 100 Tahun Rahmi Hatta, Wariskan Nilai Keteladanan untuk Generasi Muda
apakabar.co.id, JAKARTA – Semangat kesederhanaan, integritas, dan pengabdian yang diwariskan Rahmi Hatta kembali dihidupkan dalam peringatan 100 tahun kelahirannya. Melalui Afternoon Tea Talkshow bertajuk "Sebuah Legacy", Yayasan Meutia Hatta mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal lebih dekat sosok Rahmi Hatta sebagai perempuan Indonesia yang tidak hanya mendampingi Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, tetapi juga meninggalkan teladan yang tetap relevan hingga saat ini.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai 4 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (1/7), dikemas secara elegan melalui perpaduan talkshow, peragaan busana bertema Legacy of Rahmi Hatta, serta sajian kudapan favorit Rahmi Hatta semasa hidup. Konsep tersebut menghadirkan suasana hangat sekaligus menjadi ruang refleksi mengenai perjalanan hidup dan nilai-nilai yang diwariskan Rahmi Hatta kepada bangsa Indonesia.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, yang membuka acara menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Meutia Hatta, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyelenggarakan peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta.
Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, melainkan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia.
"Peringatan satu abad kelahiran Ibu Rahmi Hatta bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia," ujar Arifatul.
Ia menilai Rahmi Hatta merupakan figur perempuan Indonesia yang memberikan kontribusi besar melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pendamping Bung Hatta, Rahmi menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan bangsa melalui kebijaksanaan, integritas, serta pengabdian kepada keluarga dan negara.
Arifatul menegaskan, warisan terbesar Rahmi Hatta bukan hanya tercatat dalam sejarah, tetapi hidup dalam nilai-nilai yang masih relevan hingga kini, seperti integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, terutama dalam membangun sumber daya manusia unggul, memperkuat kualitas keluarga, memberdayakan perempuan, melindungi anak, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
"Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk perempuan dan anak," katanya.
Ia menambahkan, Kementerian PPPA terus mendorong pengarusutamaan gender dan hak anak agar setiap kebijakan, program, maupun anggaran pembangunan benar-benar responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
Sementara itu, Ketua Yayasan Meutia Hatta, Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, mengatakan bahwa peringatan 100 tahun Rahmi Hatta merupakan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kesederhanaan, keteguhan, dan pengabdian kepada generasi penerus.
"Kita ingin generasi muda mengenal Rahmi Hatta bukan hanya sebagai istri Bung Hatta, tetapi sebagai perempuan Indonesia yang memiliki keteladanan, integritas, dan dedikasi bagi keluarga maupun bangsa," ujar Meutia.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan yang diwariskan Bung Hatta melalui gagasan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Menurutnya, Rahmi Hatta selalu mendukung perjuangan Bung Hatta yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama semangat gotong royong, kebersamaan, dan keadilan sosial.
Selain diskusi, acara turut menghadirkan Fashion Show "Legacy of Rahmi Hatta" yang menampilkan koleksi busana terinspirasi dari gaya berpakaian Rahmi Hatta. Peragaan tersebut menggabungkan sentuhan fesyen modern dengan tetap mempertahankan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari warisan yang terus dijaga.
Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, Dr. Dewi Motik, M.A., M.Si., dan Prilly Latuconsina, S.I.Kom. Ketiganya mengulas perjalanan hidup, pemikiran, serta nilai-nilai Rahmi Hatta yang dinilai masih relevan sebagai inspirasi bagi perempuan Indonesia di era modern. Acara dipandu oleh Berliana Permata Sari, Putri Indonesia 2018, dalam suasana santai melalui konsep afternoon tea.
Ketua Pelaksana Fajrin Saadi bersama Wiwik Mahdayani selaku Knowledge Partner Desma Center mengungkapkan bahwa talkshow ini merupakan rangkaian menuju puncak peringatan Haul Satu Abad Rahmi Hatta yang akan digelar di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 5 September 2026.
Menurut Wiwik, acara puncak akan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari seniman, budayawan, tokoh perempuan nasional, akademisi, hingga selebritas Indonesia.
Selain pagelaran seni yang menampilkan fashion show, seni peran, dan pembacaan puisi yang mengisahkan perjalanan hidup Rahmi Hatta sejak masa muda hingga menjadi pendamping Bung Hatta, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan nikah massal, bazar UMKM produk halal bekerja sama dengan sejumlah kementerian, serta kegiatan donor darah.
Melalui rangkaian peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta, Yayasan Meutia Hatta berharap warisan pemikiran, keteladanan, serta nilai-nilai luhur yang ditinggalkan Rahmi Hatta terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR