LIFESTYLE
Lebaran Betawi Didorong jadi Ikon Wisata Jakarta, Bukan Sekadar Agenda Seremonial
Lebaran Betawi potensi besar menjadi ikon pariwisata unggulan di ibu kota, asalkan dikelola secara konsisten dan serius.
apakabar.co.id, JAKARTA - Lebaran Betawi tak lagi dipandang sekadar perayaan budaya tahunan. Perhelatan ini dinilai punya potensi besar menjadi ikon pariwisata unggulan di ibu kota, asalkan dikelola secara konsisten dan serius.
Senator Dewan Perwakilan Daerah RI, Dailami Firdaus, menilai Lebaran Betawi bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat sekaligus mempertegas identitas budaya Jakarta.
Menurutnya, langkah paling mendasar adalah menjadikan Lebaran Betawi sebagai agenda tetap tahunan dengan lokasi yang jelas dan konsisten. Hal itu dinilai penting agar wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, lebih mudah merencanakan kunjungan.
"Lebaran Betawi harus menjadi agenda tetap setiap tahun di lokasi yang jelas dan konsisten," ujar Dailami dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, konsistensi merupakan kunci dalam membangun sebuah event budaya yang berkelanjutan. Dengan jadwal dan tempat yang pasti, Lebaran Betawi berpeluang masuk dalam kalender wisata tahunan yang dinanti publik.
Tak hanya soal waktu dan lokasi, kualitas acara juga menjadi sorotan. Dailami menekankan pentingnya menghadirkan seni dan budaya Betawi yang autentik melalui keterlibatan para seniman lokal.
Menurutnya, kekuatan utama Lebaran Betawi terletak pada keaslian budaya yang ditampilkan. Mulai dari seni pertunjukan hingga tradisi khas yang mencerminkan kehidupan masyarakat Betawi.
Selain itu, sektor kuliner dan kriya juga dinilai perlu mendapat perhatian lebih. Dailami mendorong agar produk khas Betawi ditampilkan secara maksimal, dengan tetap menjaga standar kualitas agar mampu bersaing.
"Produk kuliner dan kriya Betawi harus ditampilkan secara maksimal, terutama yang berkualitas baik, sehingga memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung," paparnya.
Beragam kuliner seperti kerak telor dan soto Betawi, serta produk kerajinan lokal, diyakini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya yang autentik.
Di sisi lain, promosi menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Dailami menilai, upaya promosi Lebaran Betawi masih perlu diperluas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke tingkat internasional.
Untuk itu, ia mendorong keterlibatan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta jaringan diplomatik Indonesia di berbagai negara.
"Promosi harus diperluas hingga ke luar negeri dengan melibatkan kementerian terkait dan jaringan diplomatik kita, sehingga Lebaran Betawi bisa dikenal secara global," ujarnya.
Dailami optimistis, dengan langkah yang terarah, mulai dari konsistensi penyelenggaraan, peningkatan kualitas acara, hingga promosi internasional, Lebaran Betawi dapat berkembang menjadi ikon wisata budaya Jakarta.
Jika dikelola dengan baik, perhelatan ini bukan hanya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya Betawi di tengah laju modernisasi kota.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK