NEWS
Gudang Garam Hadapi Dilema: Jaga Volume atau Kejar Profit?
Volume penjualan Gudang Garam sudah turun 13,6 persen pada semester I 2026.
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk menghadapi pilihan sulit memasuki semester II 2026. Perseroan harus menimbang harga jual, volume penjualan, dan profitabilitas di tengah tekanan pasar dan struktur biaya.
Direktur Gudang Garam Heru Budiman mengatakan perkembangan volume penjualan pada paruh kedua tahun ini akan sangat bergantung pada posisi harga perseroan dibandingkan produsen pada kelas yang sama.
“Kalau kita misalkan memutuskan buat tidak menaikkan harga, rasanya kemungkinan volume di semester II itu tetap akan stabil, kurang lebih seperti itu,” kata Heru dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9).
Sebaliknya, kenaikan harga berpotensi menekan volume penjualan. Karena itu, keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi pasar.
“Kalau memang kita melihat perlu buat menaikkan harga lagi, ada kemungkinan volume akan turun,” ujarnya.
Heru mengatakan Gudang Garam tidak memiliki formula tertentu yang secara otomatis menghubungkan besaran kenaikan harga dengan perubahan volume penjualan.
Perseroan akan mencermati pergerakan harga produsen pada kelas yang sama sebelum menentukan langkah. Menurut Heru, perusahaan berupaya menjaga posisi harga agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan profitabilitas.
Pada semester I 2026, volume penjualan Gudang Garam tercatat 20,5 miliar batang. Angka tersebut turun 13,6 persen dibandingkan 23,7 miliar batang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Gudang Garam Istata Siddharta mengatakan pilihan antara mempertahankan volume dan profitabilitas akan terus disesuaikan dengan perkembangan struktur biaya dan kondisi pasar.
“Kita tidak bisa memberikan suatu kepastian bahwa kita tidak akan mengorbankan volume lagi buat mempertahankan profit atau apakah kita akan mengorbankan profit buat menaikkan volume, itu kita akan tetap lihat ke depannya,” ucap Istata.
Dengan pertimbangan tersebut, manajemen belum menetapkan target numerik volume penjualan semester II 2026 maupun besaran penyesuaian harga yang mungkin dilakukan.
Belum Diversifikasi
Di luar strategi bisnis yang berjalan, Gudang Garam juga belum memiliki rencana konkret untuk melakukan diversifikasi ke bidang usaha baru dalam waktu dekat.
“Sementara ini memang tidak ada rencana konkret untuk melakukan diversifikasi,” ungkap Heru.
Ia mengatakan keputusan tersebut turut mempertimbangkan kondisi ekonomi secara keseluruhan, termasuk inflasi yang dipengaruhi kenaikan harga barang impor dan gangguan rantai pasok.
Perseroan juga mencermati ketegangan geopolitik serta perkembangan kondisi fiskal sebagai faktor ketidakpastian ekonomi ke depan.
Untuk semester II 2026, strategi Gudang Garam akan tetap bertumpu pada penyesuaian harga dan pengelolaan volume mengikuti perkembangan pasar serta struktur biaya. (ant)
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR