apakabar.co.id, JAKARTA - Pernah merasakan motor matik bergetar disertai bunyi “gredek” saat mulai berjalan? Atau terdengar suara berdecit ketika tuas gas diputar? Jangan dianggap sepele.
Bunyi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT), komponen penting yang bertugas menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang.
Jika dibiarkan terlalu lama, gangguan pada CVT bukan hanya membuat berkendara terasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menurunkan performa motor dan mempercepat kerusakan komponen lainnya.
CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang bekerja mengatur rasio putaran mesin agar akselerasi motor terasa lebih halus dan responsif tanpa perlu perpindahan gigi secara manual.
Karena bekerja terus-menerus setiap kali motor digunakan, komponen di dalam CVT juga membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengingatkan pemilik motor matik agar tidak mengabaikan perubahan suara maupun getaran yang muncul dari area CVT.
“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” jelas Training Analyst PT WMS, Wahyu Budhi dalam keterangannya dikutip Minggu (16/8).
Menurutnya, kondisi tersebut jika dibiarkan dapat mengganggu kenyamanan sekaligus mempercepat keausan komponen CVT lainnya.
Lantas, apa saja penyebab motor matik mulai mengeluarkan bunyi gredek atau berdecit?
Debu Menumpuk di Area CVT
Salah satu penyebab yang umum terjadi adalah penumpukan debu akibat gesekan antarkomponen CVT.
Debu tersebut dapat menempel pada kampas ganda maupun mangkok kopling sehingga daya cengkeram ketika komponen bekerja menjadi tidak optimal.
Akibatnya, saat motor mulai bergerak, kampas ganda tidak mencengkeram dengan sempurna dan menimbulkan getaran maupun bunyi gredek.
Permukaan Mangkok Kopling Licin
Mangkok kopling yang terlalu panas juga dapat mengalami kondisi permukaan menjadi mengilap atau glazing.
Permukaan yang licin membuat gesekan antara kampas ganda dan mangkok kopling tidak lagi optimal. Kondisi inilah yang dapat memicu getaran ketika motor mulai berakselerasi.
Kampas Ganda Mulai Aus
Kampas ganda merupakan salah satu komponen yang mengalami gesekan secara terus-menerus.
Seiring pemakaian, permukaan kampas dapat menipis, aus, bahkan mengalami perubahan akibat panas berlebih. Ketika kemampuan mencengkeramnya menurun, gejala seperti gredek maupun akselerasi yang kurang halus dapat muncul.
V-Belt Mulai Kering atau Getas
Selain kampas ganda dan mangkok kopling, kondisi V-belt juga perlu diperhatikan.
V-belt yang sudah aus, kering, getas, atau permukaannya licin dapat menimbulkan suara berdecit. Kondisi tersebut sekaligus dapat mengurangi efisiensi penyaluran tenaga dari mesin menuju roda belakang.
Karena itu, pemilik motor sebaiknya tidak hanya memperhatikan bunyi yang muncul, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen CVT.
Cara Mencegah CVT Bermasalah
Langkah paling sederhana adalah melakukan servis dan pembersihan CVT secara berkala.
WMS menyarankan pemeriksaan serta pembersihan area CVT dari debu dan kotoran setiap sekitar 2.000 hingga 5.000 kilometer, atau disesuaikan dengan kondisi dan pola penggunaan motor.
Motor yang sering digunakan di jalan berdebu, kawasan dengan tingkat kemacetan tinggi, atau memiliki intensitas pemakaian tinggi tentu membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi CVT.
Apabila kampas ganda maupun V-belt sudah menunjukkan tanda keausan, getas, atau kerusakan, komponen tersebut sebaiknya segera diganti agar sistem transmisi kembali bekerja secara optimal.
Perawatan CVT sebaiknya tidak dilakukan setelah muncul masalah saja. Pemeriksaan berkala justru dapat membantu mendeteksi kondisi komponen sejak dini sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih serius.
Head of TSD PT WMS, Benedictus F. Maharanto, mengatakan masih banyak konsumen yang baru datang ke bengkel setelah bunyi gredek terdengar cukup keras.
Menurutnya, banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal.
“Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Untuk memastikan pemeriksaan dilakukan sesuai standar, pemilik sepeda motor Honda dapat memanfaatkan jaringan bengkel resmi AHASS.
WMS saat ini didukung 293 jaringan bengkel resmi AHASS yang tersebar di wilayah Jakarta dan Tangerang. Pemeriksaan, pembersihan, hingga penggantian komponen CVT dilakukan oleh teknisi yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi Honda.
Penggunaan Honda Genuine Parts (HGP) juga memastikan komponen pengganti sesuai dengan spesifikasi sepeda motor Honda sehingga kualitas, presisi, dan daya tahannya tetap terjaga.
Pada akhirnya, munculnya bunyi gredek atau berdecit pada motor matik bukan sekadar gangguan suara yang bisa diabaikan.
Gejala tersebut dapat menjadi peringatan awal bahwa komponen CVT membutuhkan pemeriksaan. Dengan melakukan servis secara rutin, pemilik motor dapat menjaga performa transmisi, memperpanjang usia komponen, sekaligus menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Jadi, ketika motor matik mulai gredek atau berdecit saat berakselerasi, jangan tunggu sampai performanya ikut menurun. Segera periksa kondisi CVT di bengkel resmi AHASS.