NEWS
Puan Minta Pemerintah Optimalkan Penanganan Darurat Banjir di Padang
apakabar.co.id, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan darurat atas banjir bandang yang terjadi di Padang, Sumatera Barat, dan memprioritaskan keselamatan warga.
Puan juga menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir bandang yang melanda tersebut dan menyatakan bahwa bencana banjir bandang itu menjadi keprihatinan bersama.
"Pemerintah perlu mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Keselamatan warga yang utama,” kata Puan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (12/10).
Berdasarkan kegiatan Tim SAR, menurut dia, pertolongan bagi warga saat ini sudah sangat mendesak, terlebih lagi terhadap warga yang terjebak.
Dia meminta petugas segera menyelamatkan mereka dan membawa ke tempat aman.
"Bagi keluarga yang menghadapi bahaya, pertolongan tepat waktu dan kepastian tempat berlindung sangat berarti untuk menjaga keselamatan orang-orang yang mereka cintai," katanya.
Selain itu, Puan mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi.
Pemerintah juga perlu memberikan kepastian perlindungan bagi warga yang terpaksa meninggalkan rumah.
Dari data sementara yang diterima, dia menyampaikan banjir bandang itu mengakibatkan tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kota Padang terdampak.
Lebih dari 600 jiwa juga mengungsi yang tersebar di sejumlah lokasi. Data warga terdampak dan pengungsi tersebut pun masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Untuk itu, dia meminta pemerintah menyiapkan tempat pengungsian yang aman dan nyaman bagi warga terdampak.
Puan meminta pemerintah juga memastikan fasilitas kesehatan juga tersedia di tempat pengungsian.
"Tempat pengungsian juga harus ramah anak, ibu hamil/menyusui, lansia, dan warga dengan kebutuhan khusus dan yang memiliki penyakit bawaan," katanya.
Puan menambahkan keputusan mengungsi perlu disertai jaminan bahwa warga terdampak memperoleh tempat berlindung yang layak serta dukungan selama keadaan belum memungkinkan untuk kembali.
"Dukungan yang berkesinambungan akan membantu mencegah keluarga kembali terlalu cepat ke kawasan berisiko karena tekanan ekonomi," katanya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY