NEWS

Kritik Keras Celios, Gibran: Jadi Evaluasi Kinerja Pemerintah

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan usai melakukan panen budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (10/9/2025). Foto: ANTARA
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan usai melakukan panen budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (10/9/2025). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan kritik dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah.

Gibran mengatakan dirinya menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan masyarakat dan lembaga independen.

"Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10).

Ia menilai kritik yang disampaikan kepada pemerintah maupun dirinya, termasuk melalui laporan Celios, perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi dan perbaikan kebijakan.

Menurut Gibran, perbaikan juga harus dilakukan terhadap cara kerja pemerintah agar manfaat kebijakan semakin dirasakan masyarakat.

"Baik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan," katanya.

Sebelumnya, Celios bersama Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (11/10).

Dalam peluncuran laporan tersebut, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyampaikan bahwa 75 persen dari 1.122 responden mengaku stres akibat kebijakan pemerintah.

Menurut Bhima, persoalan yang banyak dikeluhkan responden meliputi kenaikan harga kebutuhan pokok, kesulitan memperoleh pekerjaan, dan penegakan hukum.

Survei itu sendiri dilakukan terhadap 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli dari berbagai provinsi di Indonesia.

Secara keseluruhan penilaian kinerja Prabowo menurut survei itu adalah 4,6 dari skala 10 untuk masyarakat umum dan 2,8 dari skala 10 berdasarkan penilaian ahli.

Sementara itu, Gibran mendapatkan penilaian 4,9 dari masyarakat umum dan 2,2 oleh ahli.