EKBIS

Pascagempa NTT, Mendagri Minta Pemda Kebut Pendataan Rumah Rusak

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Kemendagri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Kemendagri
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah untuk terus memperbarui data rumah dan bangunan yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur guna mempercepat persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Ia memastikan pemerintah akan terus mengawal proses tersebut hingga tuntas dan masyarakat terdampak bencana bisa bangkit kembali.

"Sambil kita melakukan pendataan-pendataan terus. Untuk persiapan rekonstruksi, rehabnya nanti. Pemerintah pusat pasti enggak tinggal diam. Kita keroyok semua ya," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8).
Data tersebut khususnya mencakup kondisi rumah, bangunan, sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas kesehatan.

Hal itu disampaikan Tito usai inspeksi di Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mendagri mengapresiasi manajemen posko tersebut karena data yang disajikan cukup detail.

Data tersebut mencakup sebaran pengungsian, jumlah pengungsi di tiap titik, kondisi terkini, bantuan yang masuk dan keluar, hingga status kebutuhan masyarakat di tiap desa dan kecamatan, termasuk di pulau-pulau kecil di wilayah administrasi Pemkab Sikka, seperti Pulau Palue.

"Ini saya lihat datanya detail sekali ini dan bagus ya. Tersentralisasi di sini. Artinya, manajemen untuk penanganan bencana sekali lagi cukup bagus di sini," ujarnya.
Mendagri mengimbau pemerintah daerah untuk selalu waspada mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih berpotensi terjadi di Pulau Flores selama dua pekan hingga sebulan ke depan.

Tito mengingatkan pemda agar tidak memaksa warga yang bermalam di luar rumah, tenda, atau tempat aman untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Jangan paksa masyarakat untuk tidur di dalam (rumah). Kalau mereka mau di luar, di tenda, di tempat yang aman, silakan. Jangan dipaksa. Sambil kasih makan, kelengkapan mereka minum dan lain-lain yang mendasar," tuturnya.

Mendagri sempat melihat kondisi terkini Pelabuhan Laurentius Say serta memberikan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia sebelum mengunjungi Posko Maumere.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Mendagri juga berbincang dengan otoritas pelabuhan dan ahli waris korban gempa.